Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

India Beri Sinyal Akan Terus Impor Minyak dari Rusia di Tengah Keputusan Eropa Batasi Harga

India sejauh ini belum berkomitmen pada batas harga 60 dolar AS per barel untuk minyak Rusia yang ditetapkan oleh Uni Eropa.

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in India Beri Sinyal Akan Terus Impor Minyak dari Rusia di Tengah Keputusan Eropa Batasi Harga
CNBC
Anjungan minyak lepas pantai (oil rig) milik perusahaan minyak Rusia. Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar mengisyaratkan negaranya akan terus mengimpor minyak dari Rusia di tengah penerapan pembatasan harga minyak yang dilakukan Barat untuk menekan pendapatan Moskow. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI – Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar mengisyaratkan negaranya akan terus mengimpor minyak dari Rusia di tengah penerapan pembatasan harga minyak yang dilakukan Barat untuk menekan pendapatan Moskow.

Dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock di New Delhi, Jaishankar mengatakan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat bagi negara-negara Eropa untuk memprioritaskan kebutuhan energi mereka.

“Eropa akan membuat pilihan yang akan dibuatnya. Itu hak mereka,” katanya kepada wartawan.

Dilansir dari Aljazeera, India sejauh ini belum berkomitmen pada batas harga 60 dolar AS per barel untuk minyak Rusia yang ditetapkan oleh Uni Eropa dan negara-negara industri utama Kelompok Tujuh.

Baca juga: Fakta-fakta Batas Harga Minyak Rusia yang Ditetapkan G7, Uni Eropa, dan Australia

Pembatasan harga minyak yang mulai berlaku pada Senin (5/12/2022), merupakan upaya pemerintah Barat untuk membatasi pendapatan bahan bakar fosil yang mendukung militer Moskow dan invasi ke Ukraina sambil juga menghindari kemungkinan lonjakan harga jika minyak Rusia tiba-tiba diambil dari pasar global.

Adapun, pejabat New Delhi mengatakan bahwa impor minyak dari Rusia dengan harga lebih rendah akan lebih menguntungkan India.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari lalu, India terus meningkatkan pembelian minyak Rusia dengan potongan harga. Impor tersebut mencapai rekor tertinggi pada Oktober, dan Rusia menjadi pemasok minyak utama India dalam hal barel per hari.

Di samping itu, India dan Rusia dikenal memiliki hubungan dekat, dan New Delhi tidak mendukung sanksi Barat terhadap Moskow, meskipun telah berulang kali mendesak untuk segera menghentikan kekerasan di Ukraina.

Tak hanya itu, India, juga merupakan pasar utama untuk senjata buatan Rusia dan sejauh ini tidak memberikan suara pada resolusi PBB yang mengkritik perang Moskow.

Dalam kunjungan selama dua hari di New Delhi, menlu Baerbock juga membahas diversifikasi perdagangan antara India dan Jerman, konsekuensi global dari perang Rusia melawan Ukraina dan kerja sama dalam transisi energi dari bahan bakar fosil.

Selain itu, kedua negara menandatangani kemitraan migrasi dan mobilitas, yang akan memudahkan warganya untuk belajar, melakukan penelitian, dan bekerja di negara lain.

Seperti diketahui, Jerman merupakan mitra dagang terbesar India di Eropa dan lebih dari 1.700 perusahaan Jerman beroperasi di India.

Sementara investasi Jerman di India terdapat di bidang transportasi, peralatan listrik, konstruksi, perdagangan, dan mobil.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas