Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Vladimir Putin Diperkirakan Kabur ke Negara Ini Jika Rusia Kalah Perang dengan Ukraina

Perang Rusia dengan Ukraina bulan ke-10 namun belum ada tanda-tanda perang akan berakhir.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Vladimir Putin Diperkirakan Kabur ke Negara Ini Jika Rusia Kalah Perang dengan Ukraina
Sergei BOBYLYOV / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW -  Perang Rusia dengan Ukraina bulan ke-10 namun belum ada tanda-tanda perang akan berakhir.

Bahkan muncul spekulasi Rusia akan kalah perang dan terpaksa meluncurkan rudal nuklirnya.

Demikian pula, Presiden Rusia Vladimir Putin disebut telah memiliki rencana kabur jika Rusia kalah perang di Ukraina.

Isu tersebut diungkapkan oleh mantan penulis pidato untuk pemimpin Kremlin, Abbas Gallyamov, Rabu (7/12/2022).

Baca juga: Video Arab Saudi Sambut Presiden China Xi Jinping dengan Meriah dan Mewah, Beda dengan Joe Biden

Gallyamov, yang juga seorang analis politik, mengatakan sumber terpercaya telah mengatakan bahwa telah dibangun rencana cadangan jika Rusia kalah perang di Ukraina.

Menurut sumber tersebut, hal itu berkaitan dengan Putin dan rencana untuk kabur ke Venezuela jika kalah perang.

“Saya biasanya tak kembali membicarakan cerita dari dalam, tetapi hari ini saya membuat pengecualian,” tulis Gallyamov di saluran Telegram dikutip dari Newsweek.

Menurut Gallyamov, proyek tersebut secara tak resmi dinamakan, “Noah’s Ark”.

Argentina dan Venezueal diduga menjadi opsi teratas bagi Putin untuk kabur, tetapi China juga sempat disebut dalam tingkat awal pembicaraan.

“Seperti yang terimplikasi dari namanya (Noah’s Ark), ini mengenai menemukan kembali tanah di mana Anda bisa pergi, jika terjadi hal yang sepenuhnya tak nyaman di kampung halaman Anda,” katanya.

"Sang pemimpin tidak mengecualikan bahwa ia akan kalah perang, kehilangan kekuasaan dan harus segera mengungsi ke satu tempat,” tambah Gallyamov.

Gallyamov, yang telah tinggal di pengasingan di Israel sejak 2018, mengatakan bahwa sumbernya memberitahu ia bahwa Yury Kurilin, Wakil Presiden sekaligua Kepala Staf Perusahaan Energi Rusia, Rosnef, adalah yang bertanggung jawab menyapkan potensi evakuasi ke Venezuela.

“Pada musim panas, ia secara resmi mengundurkan diri dari (Rosneft), dan kini mengabdikan dirinya seluruhnya pada ‘Noah’s Ark’,” tulisnya.

“Ia memiliki kewarganegaraan Amerika dan koneksi yang bagus. Ia lulus dari Universitas Hayward di California, dan bekerja pada struktural BP, termasu posisi tinggi sebagai Diretur Urusan Perusahaan,” tambahnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas