Turki Tolak Bantuan Elon Musk, Pejabat Ankara: Terima Kasih, Kapasitas Satelit Kami Masih Cukup
Pemberian bantuan layanan internet untuk negara yang tengah mengalami krisis akibat bencana, bukan kali pertama yang dilakukan Elon Musk.
Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Hendra Gunawan
![Turki Tolak Bantuan Elon Musk, Pejabat Ankara: Terima Kasih, Kapasitas Satelit Kami Masih Cukup](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/pilu-potret-evakuasi-korban-gempa-turki_20230207_103157.jpg)
Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti
TRIBUNNEWS.COM, ANKARA – Pemerintah Turki menolak tawaran Elon Musk untuk mengaktifkan layanan internet satelit Starlink, usai dilanda gempa dahsyat berkekuatan 7,8 SR hingga meluluhlantakkan sebagian besar negara itu.
"Starlink belum disetujui oleh pemerintah Turki, SpaceX dapat mengirim segera setelah disetujui.” ujar cuitan Musk dalam akun Twitternya pada Senin (6/2/2022).
Keprihatinan Elon Musk atas kondisi warga Turki yang mengeluhkan kesulitan saat melakukan komunikasi, akibat pemadaman dan krisis jaringan internet pasca gempa. Mendorong miliarder kondang ini untuk tergerak memberikan bantuan layanan internet.
Baca juga: Update Gempa di Turki: Korban Meninggal Bertambah hingga 4.372 Jiwa
Namun, tawaran dan niat baik Musk ditolak secara halus oleh pemerintah Turki. Baik SpaceX dan Kementerian Luar Negeri Turki tidak segera menanggapi alasan terkait penolakan bantuan tersebut.
Namun lewat akun anonim, seorang pejabat senior Turki membalas cuitan Musk dan mengatakan bahwa negaranya saat ini memiliki kapasitas satelit yang cukup, meski stasiun pangkalan milik Turki bekerja dengan tenaga baterai.
“Terima kasih atas tawaran Musk,tetapi Turki memiliki kapasitas satelit yang cukup baik.” ujar cuitan pejabat senior Turki yang dikutip dari Bloomberg.
Lebih lanjut lewat akun Twitternya, Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki Ömer Fatih Sayan turut menjelaskan kondisi infrastruktur komunikasi di daerah Turki yang terkena gempa masih dapat berfungsi dan tidak terganggu.
Pemberian bantuan layanan internet untuk negara yang tengah mengalami krisis akibat bencana, bukan kali pertama yang dilakukan Musk.
Sebelumnya miliarder asal AS itu telah lebih dulu menawarkan bantuan internet Starlink pada Presiden Ukraina, saat jaringan internet Kiev hancur akibat dihantam rudal Rusia dalam serangan invasi, tepatnya pada Februari 2022.
Baca juga: Update Gempa di Turki: Korban Meninggal Bertambah hingga 4.372 Jiwa
Lewat anak perusahaannya SpaceX, Musk berjanji untuk tetap akan mendanai Starlink di Ukraina, agar masyarakat negara tersebut masih bisa menggunakan internet di tengah perang Rusia-Ukraina.
"Meskipun Starlink masih merugi dan perusahaan lain mendapatkan miliaran dolar pembayar pajak, kami akan terus mendanai pemerintah Ukraina secara gratis," tulis Musk, pada Oktober 2021.
Dengan menggandeng Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau yang dikenal dengan nama USAID, hingga kini SpaceX diketahui telah mengirimkan 20 ribu terminal ke wilayah Ukraina.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.