Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

AS Tuding Cina Bangun Markas Spionase di Kuba

Menteri Luar Negeri Antony Blinken menuduh Cina giat mengumpulkan informasi rahasia dari wilayah Kuba dan sudah sejak lama memadu…

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Amerika Serikat mengklaim, Cina sudah "memperkuat fasilitas spionasenya di Kuba” sejak tahun 2019. Tudingan ini dilontarkan Menteri Luar Negeri Antony Blinken menjelang kunjungan ke Beijing.

Blinken mengklaim, pemerintah di Washington memantau perkembangannya dengan seksama dan sudah mengambil langkah-langkah untuk meredam aksi Beijing. Namun begitu, menlu AS ini tidak membeberkan rincian kebijakan Washington.

Pernyataannya itu diungkapkan setelah harian Wall Street Journal merilis kutipan sejumlah pejabat pemerintah, betapa Cina dan Kuba telah menyepakati perjanjian rahasia untuk membangun stasiun penyadapan baru. Seperti diketahui, Kuba hanya berjarak sekitar 165km dari lepas pantai Florida.

Wall Street Journal menulis, kedekatan geografis antara AS dan Kuba memudahkan Cina menyadap komunikasi elektronis di sejumlah wilayah atau memantau lalu lintas laut di pesisir timur dan selatan.

"Bukan perkembangan baru”

Gedung Putih awalnya menyebut laporan WSJ sebagai "tidak benar.” Namun dalam keterangan persnya, pemerintah akhirnya mengakui, betapa ancaman spionase Cina di Kuba sudah dikenal sejak lama.

"Adalah bukan perkembangan baru, bahwa Cina berusaha membangun kemampuan intelijen di Kuba atau di wilayah lain,” kata Direktur Komunikasi Dewan Keamanan Nasional, John Kirby.

Namun demikian, pemerintah AS meyakini akan mampu melindungi rahasia negara dari jamahan mata-mata Cina.

Rekomendasi Untuk Anda

Tuduhan yang dilayangkan Blinken jatuh pada masa sensitif, ketika dia dilaporkan akan bertolak ke Beijing dalam beberapa hari ke depan.

Lawatan tersebut sejatinya sudah direncanakan beberapa bulan silam. Namun Blinken membatalkan rencana kunjungan pada awal Februari silam lantaran tuduhan spionase terhadap Cina.

Hubungan antara Cina dan Amerika Serikat dibebani oleh sejumlah konflik, antara lain seputar Taiwan dan persaingan teknologi. Terlebih, Beijing justru mendekat ke Rusia di tengah invasi di Ukraina.

Tuduhan Blinken menjelang lawatan kenegaraan ke Cina ditanggapi dingin oleh Beijing. "Setiap kali mereka bilang ingin bertemu, Amerika Serikat akan bermain peran dan menciptakan ilusi palsu yang gemar mereka komunikasikan, dan pada saat yang bersamaan juga giat memprovokasi prinsip-prinsip dasar Cina,” tulis Yuyuan Tantian, pengamat Cina yang bekerja untuk stasiun televisi pemerintah, CCTV.

rzn/as (rtr,dpa)

Sumber: Deutsche Welle
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas