Jalani Sekolah dan Kuliah, Bocah 12 Tahun Lulus Perguruan Tinggi dengan IPK 4.0
Fiona Currie, bocah 12 tahun lulus perguruan tinggi di Los Angeles City College dengan IPK 4.0. Ia menjalani sekolah dan kuliah secara bersamaan.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
TRIBUNNEWS.COM - Bocah 12 tahun bernama Fiona Currie menjadi lulusan termuda di Los Angeles City College pada awal Juni 2023.
Fiona Currie menerima gelar Associate di bidang seni studio.
Awalnya, orang tua Fiona Currie, Blanca dan Roderick Currie mendaftarkan putrinya di Los Angeles City College pada usia 9 tahun.
Fiona Currie mulai mengambil sekolah homeschooling pada awal pandemi Covid-19.
Selama pandemi, dia mendaftar secara online di program dual-immersion Los Angeles City College saat masih duduk di bangku sekolah dasar.
"Kira-kira pada waktu yang sama kami menemukan bahwa siswa sekolah dasar juga dapat mengikuti kuliah," kata Roderick Currie, dikutip dari NBC Los Angeles.
Fiona Currie mengambil kesempatan itu dengan mengikuti kelas bahasa Inggris.
Baca juga: Emir Mahira Sempat Gengsi Harus Kembali ke Indonesia Usai Sekolah hingga Kuliah di Luar Negeri
"Sejujurnya saya mengira dia akan kesulitan," kata Roderick Currie.
“Saya pikir, bahkan jika dia mendapat nilai jelek, setidaknya dia akan mendapat manfaat dari perkuliahan itu," katanya.
Orang tua Fiona tidak menyangka putrinya akan lulus kuliah.
“Kami tidak pernah berpikir dia akan lulus. Kami hanya ingin dia sibuk dengan sesuatu, karena dia punya banyak waktu luang," kata ibu Fiona, Blanca Currie.
Selama berkuliah, Fiona serius dengan studinya.
Tiga tahun kemudian, Fiona naik panggung saat wisuda untuk menerima gelar Associate dengan IPK 4.0.
Baca juga: Lulus Kuliah dengan Predikat Summa Cumlaude, Beby Tsabina Akui Tinggalkan Karier Demi Pendidikan
"Saya sangat terkejut ketika mereka memberi saya tepuk tangan meriah karena menjadi siswa termuda yang pernah lulus dalam sejarah perguruan tinggi LA City," kata Fiona Currie.
Dia lulus dengan gelar di bidang Seni dan mimpinya adalah bekerja di perusahaan besar di bidang animasi.
"Kelas favorit saya adalah seni digital dan saya sangat menyukainya karena saya bisa bereksperimen dengan menggunakan alat seperti Photoshop untuk membuat karya seni digital yang berbeda," kata Fiona.
Fiona berencana untuk melanjutkan studinya di tingkat perguruan tinggi.
Orang tua Fiona Currie, menceritakan ketika Fiona berusia 4 tahun, ia mempelajari Mozart di piano dan membuat gambar animasi.
Dia juga membaca buku akademik jauh di atas tingkat usianya.
Mereka mengatakan tidak pernah mengetes IQ Fiona dan mengatakan tidak ingin terpaku pada nilai.
Fiona Lanjutkan Pendidikan di Sekolah Menengah
Baca juga: Lulus Kuliah, Nadin Amizah Ingin Fokus di Musik
Meski telah lulus kuliiah di usia muda, Blanca dan Roderick Currie tetap meminta putrinya untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah dan menemukan siapa dirinya di luar pretasi akademik.
“Saat orang tua mengetahui bahwa anaknya memiliki bakat, kita harus memuji dan menghargainya, tetapi kita tidak boleh mencoba membentuknya sesuai dengan keinginan kita sendiri,” kata Blanca.
Fiona mengatakan dia bersemangat untuk mengambil sekolah menengah dengan ritme yang lebih lambat.
“Memperlambat kecepatan akan membuat saya sedikit lebih rileks dan memberi saya lebih banyak waktu untuk menikmati hobi saya,” kata Fiona Currie.
Meski Fiona dapat mempercepat studinya di sekolah menengah, namun orang tuanya tidak merekomendasikannya.
“Saya juga ingat dia masih anak-anak,” kata Blanca.
“Seperti anak mana pun, dia ingin bermain game dan bersenang-senang. Saya ingin dia menikmati masa kecilnya sepenuhnya,” lanjutnya, dikutip dari CNBC Internasional.
Kecepatan sekolah menengah yang lebih normal juga memungkinkan Fiona terus mengambil kelas kuliah sebagai sampingan.
Fiona saat ini sedang mengerjakan gelar Associate keduanya, dalam seni umum dan berencana untuk mengejar gelar ketiga dalam desain grafis tahun depan.
Dia juga berusaha keras untuk mendapatkan sertifikat yang memungkinkannya masuk ke perguruan tinggi negara bagian California sebagai siswa tahun ketiga.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)