Pejuang Palestina yang Perangi Ukraina Terbunuh, Sang Ayah: Dia Martir Buat Rusia
kematian Rami Al-Farra itu menandai kasus pertama kematian seorang Palestina yang diketahui terlibat dalam perang Rusia-Ukraina.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Pejuang Palestina yang Perangi Ukraina Terbunuh, Sang Ayah: Dia Martir Buat Rusia yang Agung
TRIBUNNEWS.COM - Rami al-Farra, anggota salah satu klan paling berpengaruh di Jalur Gaza, Palestina dilaporkan tewas saat berperang untuk Rusia dalam invasi besar-besaran yang diinisiasi Presiden Vladimir Putin ke Ukraina.
Radio Free Europe/Radio Liberty mengabarkan hasil wawancara dengan ayah Rami al-Farra, Haytham al-Farra, yang mengatakan bahwa putranya meninggal pada tanggal 5 Agustus saat bertempur di Ukraina.
Kabar lain, kantor berita Palestina melaporkan Rami terbunuh di Rusia.
Menurut outlet berita, kematian Rami Al-Farra itu menandai kasus pertama kematian seorang Palestina yang diketahui terlibat dalam perang Rusia-Ukraina.
Baca juga: Menteri Pertahanan Rusia: Senjata Butut Soviet Masih Lebih Unggul Ketimbang Senjata Modern Barat
Al-Farra terlibat dalam operasi dukungan militer yang membersihkan ranjau di suatu tempat dekat kota industri Bakhmut atau di wilayah Donetsk timur Ukraina.
"Dia meninggal pada 5 Agustus "menyelamatkan teman-temannya yang terluka," kata ayahnya.
Radio Free Europe/Radio Liberty melaporkan kalau Rami al-Farra, lahir di Rusia pada tahun 1994 dari ibu Rusia dan ayah Palestina, menghabiskan bertahun-tahun bersama keluarganya di Jalur Gaza saat masih kecil dan kembali ke Federasi Rusia saat remaja.
Dia melarikan diri dari Gaza setelah Hamas mengambil alih pada tahun 2007.
Dia tinggal di kota Kurganinsk di Krasnodar Krai Rusia, daerah di mana dia akan dimakamkan dengan penghormatan militer.
Ayah Al-Farra mengatakan bahwa putranya, yang memiliki kewarganegaraan Rusia dan paspor Palestina, tidak dimobilisasi untuk berperang di Ukraina, tetapi secara sukarela menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia.
Dia mengatakan foto terakhir yang dia terima dari putranya diambil di Ukraina.
"Dia meninggal sebagai martir untuk Rusia yang besar," kata ayah al-Farra kepada outlet berita, menyebut putranya pahlawan.
Dia mengatakan bahwa penembakan di Ukraina yang menyebabkan kematian putranya adalah "tindakan pengecut", karena dia "tidak berperang, tetapi terlibat dalam pembersihan ranjau".
Laporan sejumlah media sebelumnya mengabarkan rincian yang berbeda tentang kematian Rami al-Farra.
Outlet berita Palestina Alam24 melaporkan kalau Rami al-Farra tewas di Rusia karena serangan rudal.
Sementara surat kabar Arab Al-Hayat mengatakan dia tewas karena ledakan granat berpeluncur roket di Moskow.
Baca tanpa iklan