Zelensky: Ukraina Bakal Terus Perangi Rusia Meski Tanpa Bantuan Amerika
jika Washington menghentikan bantuan militer dan keuangannya ke Kiev, Ukraina akan terus melanjutkan konflik melawan Rusia tanpa bantuan tersebut.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Zelensky: Ukraina Bakal Terus Perangi Rusia Meski Tanpa Bantuan Amerika
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menegaskan, negaranya tidak akan berhenti melawan Rusia sampai Ukraina merebut kembali seluruh wilayah yang dianggapnya adalah kedaulatannya.
Upaya Ukraina itu, kata dia, akan terus dilakukan baik dengan atau tanpa dukungan Amerika Serikat (AS)
Hal itu disampaikan Zelensky kepada Reuters dalam sebuah wawancara minggu ini.
Baca juga: Kapal Perang Baru Rusia Pembawa Rudal Kalibr Rusak Parah Dihantam Storm Shadow Ukraina di Krimea
"Penarikan dukungan AS tidak akan mempengaruhi kebijakan Kiev dalam hal ini," tambah Zelensky dikutip dari RT, Sabtu (11/11/2023).
Zelensky menyebut, jika Washington menghentikan bantuan militer dan keuangannya ke Kiev, Ukraina akan terus melanjutkan konflik melawan Rusia tanpa bantuan tersebut.
Hal itu dia ungkapkan saat ditanya apakah dia “khawatir” mengenai potensi perubahan dalam kebijakan luar negeri AS dalam hal jika Donald Trump menang dalam pemilu presiden tahun 2024.
Sebelumnya, Trump berulang kali bersumpah bahwa ia akan mencapai kesepakatan damai antara Moskow dan Kiev “dalam waktu 24 jam” jika terpilih pada tahun 2024.
Berbicara kepada Reuters pada hari Rabu, Zelensky menepis janji-janji tersebut.
Baca juga: Damprat Rusia, Iran, dan Korut, Zelensky Sebut Israel Bisa Bertindak di Luar Hukum Internasional
Zelensky menyebut janji Trump untuk “memperbaiki” konflik tersebut bertujuan untuk dirinya sendiri, tanpa mempertimbangkan “harga” yang harus dibayar oleh Ukraina.
“Jika hal ini (kemenangan Trump terjadi) akan mengubah kebijakan luar negeri Anda (AS), lalu apa yang bisa saya katakan? Oke, kami akan berjuang tanpa Anda,” kata Zelensky.
Zelensky menambahkan kalau negosiasi damai dengan Rusia seharusnya datang dari keinginan rakyat Ukraina bukan dari pihak ketiga, seperti AS.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa satu-satunya “cara nyata untuk menghentikan perang” adalah dengan menarik pasukan Rusia dari semua wilayah yang diklaim oleh Kiev.
Dia juga mengatakan dia yakin pasukan Moskow “akan melakukannya,” tanpa menjelaskan lebih lanjut apakah penarikan pasukan Rusia bakal dilakukan secara sukarela atau karena Ukraina menang perang.
Dalam wawancaranya dengan Reuters, pemimpin Ukraina tersebut juga mengatakan bahwa “setiap” presiden AS akan membantu Ukraina jika mereka mengetahui “semua tantangan dan dampak serta kerusakan perang.”
Baca juga: Tadinya Terus Dukung Kiev Berperang, AS Kini Sarankan Ukraina Menyerah dan Berdamai dengan Rusia
Undangan Sekaligus Tantang Donald Trump
Sebelumnya, dalam wawancara terpisah dengan stasiun televisi NBC pada Minggu lalu, Zelensky mengundang Trump ke Ukraina.
Undangan itu sekaligus tantangan bagi Trumph.
Zelensky menyatakan, bersumpah untuk meyakinkan mantan presiden Amerika itu kalau Trump tidak akan dapat mencapai kesepakatan apa pun dengan Rusia dalam “24 menit.”
Trump menolak tawaran tersebut dalam pernyataan tertulis kepada outlet media AS, Newsmax.
"Perjalanan seperti itu akan menciptakan “konflik kepentingan” pada saat pemerintahan Presiden Joe Biden secara resmi berurusan dengan Kiev," katanya.
Awal pekan ini, Zelensky juga mengklaim bahwa Kiev memiliki “rencana” yang akan membantunya unggul di medan perang dan menunjukkan beberapa “hasil” pada akhir tahun.
Kata-katanya muncul ketika serangan balasan yang sudah dimulai Ukraina sejak Juni 2023, hampir tidak membawa perubahan apa pun di garis depan.
Pihak Rusia mengklaim, setelah berbulan-bulan pertempuran sengit, kerugian material dan personel dalam jumlah besar justru diderita pihak Ukraina.
Komandan tertinggi Ukraina, Jenderal Valery Zaluzhny, mengatakan kepada Economist pekan lalu bahwa konflik antara Moskow dan Kiev telah memasuki kebuntuan ala Perang Dunia I di mana Rusia lebih unggul karena sumber daya yang lebih besar.
Pentagon juga mengatakan pada minggu ini bahwa pihaknya hanya memiliki sekitar $1 miliar yang tersisa untuk bantuan militer ke Kiev dan harus menjatahnya mulai sekarang.
(oln/RT/rtrs/*)