Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lagi Perang Lawan Hamas, Netanyahu Kini Tuding PA Mau Hancurkan Israel Secara Bertahap

Netanyahu menyatakan kalau Hamas dan PA sama-sama ingin menghancurkan Israel. Perbedaan Hamas dan PA, kata Netanyahu, adalah cara keduanya

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Lagi Perang Lawan Hamas, Netanyahu Kini Tuding PA Mau Hancurkan Israel Secara Bertahap
RONEN ZVULUN / POOL / AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memimpin rapat kabinet mingguan di kantornya di Yerusalem pada 10 Desember 2023. 

Mau Basmi Hamas, Netanyahu Kini Tuding PA Mau Hancurkan Israel Secara Bertahap

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menuduh Otoritas Palestina (PA) berusaha menghancurkan Israel “secara bertahap”.

Laporan Anadolu Agency, Senin (11/12/2023), Netanyahu menyatakan kalau Hamas dan PA sama-sama ingin menghancurkan Israel.

Perbedaan Hamas dan PA, kata Netanyahu, adalah cara keduanya.

Baca juga: Milisi Regional Bergerak, Kataib Hizbullah: Serang Hingga Tentara Terakhir AS Angkat Kaki dari Irak

“Perbedaan antara Hamas dan PA hanyalah bahwa Hamas ingin menghancurkan kami di sini dan saat ini, PA ingin melakukannya secara bertahap,” kata Netanyahu dalam pertemuan tertutup untuk Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset seperti dikutip dari media Israel, Channel 12.

Tidak ada komentar dari otoritas yang berbasis di Ramallah mengenai tuduhan Netanyahu.

Baca juga: Ikuti Skenario AS, PA Mau Gandeng Hamas Sebagai Mitra Junior Penguasa Gaza, Netanyahu Jawab A dan B

Gambar yang diambil dari Israel selatan dekat perbatasan dengan Jalur Gaza menunjukkan asap membubung selama serangan Israel di wilayah Palestina pada 10 Desember 2023,
Gambar yang diambil dari Israel selatan dekat perbatasan dengan Jalur Gaza menunjukkan asap membubung selama serangan Israel di wilayah Palestina pada 10 Desember 2023, (GIL COHEN-MAGEN / AFP)

Mau Kontrol Penuh Gaza

Netanyahu belakangan memang cenderung menyerang PA. Hal ini terkait upaya Amerika Serikat untuk mendorong PA sebagai pihak yang memerintah di Jalur Gaza pasca-perang.

Rekomendasi Untuk Anda

Skenario AS itu ditentang keras Netanyahu yang berkehendak Israel lah yang harus mengontrol Gaza secara penuh jika Hamas sudah diberangus. 

Adapun Washington berpendapat kalau harus ada otoritas atau pemerintahan Palestina di Gaza pada periode pascaperang.

Hamas menguasai Jalur Gaza pada tahun 2007 setelah menggulingkan pasukan PA menyusul pertikaian yang terjadi saat itu.

Sejak saat itu, peraturan Otoritas Palestina hanya terbatas pada Tepi Barat saja.

Israel melanjutkan serangan militernya di Jalur Gaza pada 1 Desember setelah berakhirnya jeda kemanusiaan selama seminggu dengan Hamas.

Hampir 18.205 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 49.645 lainnya terluka dalam serangan udara dan darat yang tiada henti di wilayah kantong tersebut sejak 7 Oktober.

Aksi agresi militer Israel tanpa pandang bulu ini dilakukan seusai serangan lintas batas Hamas, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Korban tewas Israel dalam serangan Hamas mencapai 1.200 orang, menurut angka resmi.

 
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas