Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Korea Selatan Laporkan Gelombang Kecil Akibat Gempa M 7,6 Jepang

Korea Selatan telah melaporkan adanya tsunami kecil di sepanjang pantai timurnya setelah gempa tersebut mengguncang Jepang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Korea Selatan Laporkan Gelombang Kecil Akibat Gempa M 7,6 Jepang
Yusuke FUKUHARA / Yomiuri Shimbun / AFP
Orang-orang berdiri di dekat retakan besar di trotoar setelah mengungsi ke jalan di kota Wajima, prefektur Ishikawa pada 1 Januari 2024, setelah gempa bumi besar berkekuatan 7,5 melanda wilayah Noto di prefektur Ishikawa pada sore hari. Gelombang tsunami setinggi lebih dari satu meter menghantam Jepang tengah pada tanggal 1 Januari setelah serangkaian gempa bumi dahsyat yang merusak rumah-rumah, menutup jalan raya dan mendorong pihak berwenang mendesak masyarakat untuk lari ke tempat yang lebih tinggi. 

TRIBUNNEWS.COM - Hari ini, Senin (1/1/2024) telah terjadi gempa dengan magnitudo 7,6 di Jepang.

Tak hanya Jepang, negara tetangga seperti Korea Selatan juga merasakan dampaknya.

Dikutip dari BBC, Korea Selatan telah melaporkan adanya tsunami kecil di sepanjang pantai timurnya setelah gempa tersebut mengguncang Jepang.

Gelombang tsunami setinggi 43cm (1,4 kaki) mencapai provinsi timur Gangwon, kata kantor berita Yonhap.

Sebelumnya pihak berwenang meminta masyarakat di provinsi tersebut untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi karena khawatir akan kenaikan permukaan air laut.

Pemerintah Jepang juga telah mengeluarkan peringatan tsunami yang bisa mencapai ketinggian gelombang 5 meter di Noto.

Baca juga: Pakar Universitas Tokyo Ingatkan Potensi Gempa Berlanjut dan Bisa Robohkan Bangunan

Gelombang tsunami pertama, setinggi 1,2m menghantam pelabuhan Wajima di prefektur Ishikawa pada pukul 16:21 waktu setempat.

Rekomendasi Untuk Anda

Kota Toyama, prefektur Toyama, juga melaporkan gelombang tsunami setinggi 0,8m.

Akibatnya, Bullet Trains telah dihentikan antara Tokyo dan pusat gempa di prefektur Ishikawa, kata Japan Railways.

Selain itu, sebanyak 32.500 rumah di prefektur Ishikawa mati listrik.

Beberapa rumah telah hancur dan satuan tentara telah dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan, kata juru bicara pemerintah Hayashi Yoshimasa kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang masih menaksir tingkat kerusakan, dikutip dari Reuters.

Dalam komentarnya kepada pers tak lama setelah gempa terjadi, Perdana Menteri Fumio Kishida juga memperingatkan warga untuk bersiap menghadapi bencana lebih lanjut.

“Warga harus tetap waspada terhadap kemungkinan gempa lebih lanjut dan saya mendesak masyarakat di daerah yang diperkirakan akan terjadi tsunami untuk mengungsi sesegera mungkin,” kata Kishida.

Maskapai penerbangan Jepang ANA (9202.T) menolak pesawat yang menuju bandara di Toyama dan Ishikawa.

Sementara Japan Airlines (9201.T) membatalkan sebagian besar layanannya ke wilayah Niigata dan Ishikawa dan pihak berwenang mengatakan salah satu bandara Ishikawa ditutup.

Terbaru, Jepang telah menurunkan tingkat “peringatan tsunami besar” untuk wilayah Noto menjadi “peringatan tsunami” yang lebih rendah.

(Tribunnews.com, Widya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas