Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebulan Pasca Gempa Noto Hanto Jepang, Para Pemagang Asing di Ishikawa Masih Merasa Cemas

Sebulan telah berlalu sejak gempa bumi besar di Noto Hanto Prefektur Ishikawa, para pemagang asing yang ada di wilayah itu masih merasa cemas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Sebulan Pasca Gempa Noto Hanto Jepang, Para Pemagang Asing di Ishikawa Masih Merasa Cemas
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sebulan telah berlalu sejak gempa bumi besar di Noto Hanto Prefektur Ishikawa 1 Januari 2024, namun kecemasan masih menyelimuti para pemagang asing yang ada di wilayah itu. Foto pemagang Indonesia, para penjahit di pabrik Ranbuhl Co.Ltd. di Nanao Prefektur Ishikawa. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebulan telah berlalu sejak gempa bumi besar di Noto Hanto Prefektur Ishikawa 1 Januari 2024, para pemagang asing yang ada di wilayah itu masih merasa cemas.

"Kami harus mempertahankan para pemagang Indonesia yang ada di sini untuk bisa tetap hidup di tengah berbagai kerusakan yang ada akibat gempa bumi," papar Masuko Sakaguchi, Kepala Pabrik Ranbuhl Fashion di Kota Nanao Ishikawa baru-baru ini.

Baca juga: Penilaian Darurat Pasca Gempa: 30 Persen Bangunan di Ishikawa Jepang Masuk Kategori Berbahaya

Di pabrik pemintalan Ranbuhl di Kota Nanao, setengah dari pekerjanya adalah orang Indonesia.

Masuko Sakaguchi mengatakan alasan mengapa dia dapat melanjutkan pekerjaan sebagian besar karena semangat para peserta pelatihan.

"Pemagang itu berhasil melindungi perekonomian di sini dengan pekerjaannya. Akan menjadi kerugian besar bagi perusahaan apabila tak dapat beroperasi dan juga kesulitan besar akan dihadapi para pemagang di sana pula," tambahnya.

Jumlah pemagang teknis di wilayah Nanao menyumbang sekitar 15 persen (738) dari total jumlah magang teknis di Prefektur Ishikawa yang totalnya ada 5.162 orang.

"Di antara perusahaan yang terkena dampak bencana, ada banyak perusahaan di mana tidak jelas apakah mereka akan kembali atau tidak karena banyak karyawan asli mereka sudah lanjut usia," kata Quinn, organisasi pengawas yang melindungi pemagang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sementara itu (sampai pemulihan perusahaan), saya pikir jika kita dapat memperoleh staf kerja, hal itu akan mengarah pada resolusi kecemasan para peserta pelatihan," ungkap Seiichiro Kurano, Direktur Perwakilan Business Assist sebuah koperasi bisnis di Kota Nanao.

Baca juga: Upaya Anak-anak Jepang Aktif Bantu Pengungsi Noto Hanto Ishikawa Korban Gempa di Jepang

Sampai kapan keadaan kembali normal di Prefektur Ishikawa masih belum terlihat hingga kini.

Namun para pemagang Indonesia tetap bersemangat untuk bekerja di pabrik tenun Ranbuhl dengan melanjutkan kerjanya menggunakan mesin jahit.

"Berusaha membantu apa yang bisa kita bantu untuk memutar perekonomian lokal di sini dengan tetap berjalannya usaha ini," papar seorang pekerja Indonesia yang tak mau disebut namanya.

Sementara itu bagi para UKM Handicraft dan pecinta Jepang yang mau berpameran di Tokyo dapat bergabung gratis ke dalam whatsapp group Pecinta Jepang dengan mengirimkan email ke: info@sekolah.biz Subject: WAG Pecinta Jepang. Tuliskan Nama dan alamat serta nomor whatsapp.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas