Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Israel Ancam Perluas Serangan di Rafah Jika Hamas Tak Bebaskan Sandera Hingga Awal Ramadhan

Sejumlah negara dan organisasi bantuan telah berulang kali mendesak Israel untuk menyelamatkan Rafah, kota besar terakhir di Gaza.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
zoom-in Israel Ancam Perluas Serangan di Rafah Jika Hamas Tak Bebaskan Sandera Hingga Awal Ramadhan
AFP/SAID KHATIB
Asap mengepul diatas Khan Yunis di Jalur Gaza Selatan selama pemboman Israel pada 18 Februari 2024, di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok pejuang rakyat Palestina Hamas. dari sejumlah sumber Israel menargetkan Kota Rafah untuk menjadi sasaran berikutnya. (SAID KHATIB/AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, JERUSALEM – Israel dikabarkan telah menetapkan batas waktu untuk memperluas serangan di Kota Rafah, Gaza Selatan, jika kelompok militan Palestina Hamas tidak membebaskan sisa sandera yang ditahan di Gaza pada awal Ramadhan.

“Dunia harus tahu, dan para pemimpin Hamas harus tahu jika pada bulan Ramadhan para sandera kita tidak ada di rumah, pertempuran akan berlanjut di mana-mana, termasuk wilayah Rafah,” ujar Kabinet Perang Israel, Benny Gantz dalam sebuah pernyataan, Minggu (18/2/2024).

Gantz menambahkan bahwa serangan akan dilakukan secara terkoordinasi dan dalam percakapan dengan Amerika dan Mesir untuk memfasilitasi evakuasi dan “meminimalkan korban sipil sebanyak mungkin”.

Baca juga: Susun Strategi Lawan Israel di Rafah, Putin Undang Hamas ke Rusia dan Berencana Pasok Senjata

Sejumlah negara dan organisasi bantuan telah berulang kali mendesak Israel untuk menyelamatkan Rafah, kota besar terakhir di Gaza yang tidak diserang oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) selama perang empat bulan tersebut.

Meskipun ada tekanan internasional yang meningkat, termasuk seruan langsung dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan perang tidak dapat diselesaikan sebelum meraih kemenangan total atas Hamas.

Hamas sendiri telah menyandera sekitar 250 orang dalam serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang dan mengakibatkan kematian sekitar 1.160 orang di Israel, menurut penghitungan AFP atas angka-angka Israel.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian Israel melancarkan serangan balasan yang menewaskan sedikitnya 28.858 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak yang merupakan warga sipil Palestina di Gaza, menurut kementerian kesehatan Palestina yang dikelola Hamas.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas