Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hamas Minta Rusia Jadi Mediator Utama Gencatan Senjata Buat Imbangi Israel dan AS

Hamas kehilangan kepercayaan terhadap keterlibatan otoritas AS dan Israel dalam negosiasi gencatan senjata tersebut.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Hamas Minta Rusia Jadi Mediator Utama Gencatan Senjata Buat Imbangi Israel dan AS
tangkaplayar Almayadeen
PERSATUAN NASIONAL - Anggota Brigade Al-Qassam (tengah), sayap militer gerakan pembebasan Palestina, Hamas, dan anggota Brigade Al-Quds, sayap militer PIJ, bersama dalam sebuah pengamanan acara publik. Faksi-faksi perlawanan Palestina dilaporkan tengah mengupayakan terbentuknya persatuan nasional guna menghadapi agresi militer Israel. 

Hamas Minta Rusia Jadi Mediator Utama Gencatan Senjata Buat Imbangi Israel dan AS

TRIBUNNEWS.COM - Dalam sebuah wawancara dengan media Rusia, Sputnik, wakil kepala biro politik Hamas Moussa Abu Marzouk menyatakan kalau pihak milisi Perlawanan Palestina meminta agar Rusia terlibat dalam negosiasi gencatan senjata dalam perang genosida Israel di Gaza.

Hamas menilai peran Rusia sebagai mediator negosiasi gencatan senjata perang Gaza untuk mengimbangi Amerika Serikat dan Israel.

Baca juga: Netanyahu Tumbalkan Sohibnya Sendiri, Abu Obeida: 7 Tawanan Israel Tewas Kena Bom IDF

“Kami ingin Rusia menjadi aktor utama dalam mengimbangi AS dan Israel. Kami menyerukan hal ini dan kami mengusulkan agar Rusia didukung oleh sejumlah negara yang mendukungnya dalam hal ini. Dan kami akan berusaha mencapai tujuan ini untuk menemukan keseimbangan. dalam masalah ini," kata Marzouk.

Dia menekankan, Hamas siap untuk melakukan upaya pembebasan para tawanan Israel dan memberikan daftar para tawanan Israel.

Namun, hal itu harus dilakukan dengan syarat gencatan senjata yang menyeluruh dan segera dilaksanakan.

Menurut Marzouk, hingga kini belum ada kesepakatan mengenai gencatan senjata yang tercapai.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia juga menyatakan, Hamas kehilangan kepercayaan terhadap keterlibatan otoritas AS dan Israel dalam negosiasi gencatan senjata tersebut.

Baca juga: Israel Setuju Usulan Baru dalam Proposal Gencatan Senjata di Paris, Netanyahu Omeli Bos Mossad

Anggota Brigade Al-Qassam dan Brigade Al-Quds
PERSATUAN NASIONAL - Anggota Brigade Al-Qassam (tengah), sayap militer gerakan pembebasan Palestina, Hamas, dan anggota Brigade Al-Quds, sayap militer PIJ, bersama dalam sebuah pengamanan acara publik. Faksi-faksi perlawanan Palestina dilaporkan tengah mengupayakan terbentuknya persatuan nasional guna menghadapi agresi militer Israel.

Faksi-Faksi Perlawanan Palestina Mau Bentuk Persatuan Nasional

Usulan Hamas terkait keterlibatan Rusia di negosiasi gencatan senjata dalam Perang Gaza ini terlontar dalam pertemuan antar-faksi Palestina selama tiga hari.

Pertemuan yang dimulai pada Kamis (28/2/2024) ini diprakarsai oleh Rusia untuk memfasilitasi konsensus di antara berbagai faksi Palestina mengenai genosida Israel di Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya, faksi-faksi tersebut sepakat untuk melanjutkan diskusi yang sedang berlangsung untuk mencapai persatuan nasional.

Baca juga: Hamas, Fatah. PIJ, PFLP, dan Faksi Lain Mau Satukan Kekuatan Bentuk Angkatan Bersenjata Palestina

Para faksi Palestina juga menekankan kalau tujuan mereka adalah untuk mengatasi penghentian blokade Israel di Jalur Gaza dan menjamin pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.

Lebih jauh lagi, faksi-faksi tersebut mencapai konsensus mengenai perlunya memaksa Israel untuk menarik pasukannya dari daerah kantong tersebut, sebagaimana diuraikan dalam pernyataan tersebut.

Rusia berusaha menerapkan gencatan senjata pada Oktober, ketika perang di Gaza pertama kali dimulai dan sebelum terjadi pertumpahan darah, namun resolusi Rusia diveto oleh AS di Dewan Keamanan PBB.

(oln/almydn/*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas