Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Takut Diserang Balik Iran, Israel Minta Kedubesnya di Seluruh Dunia Siaga Tinggi

Imbas serangan Israel 13 orang dilaporkan tewas, termasuk pemimpin Garda Revolusi, Mohammad Reza Zahedi, serta 7 anggota IRGC.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Takut Diserang Balik Iran, Israel Minta Kedubesnya di Seluruh Dunia Siaga Tinggi
JN/tangkap layar
SETUJUI SERANGAN DARAT KE RAFAH - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, TEL AVIV – Perdana Menteri Benyamin Netanyahu memerintahkan semua kedutaan besar Israel di seluruh dunia untuk siaga tinggi, usai Iran mengancam akan melakukan serangan balas atas kematian dua pejabat senior di Damaskus, Suriah.

Tak hanya itu, Netanyahu juga meminta semua kantor kedubes Israel di seluruh dunia untuk meningkatkan kewaspadaannya, termasuk kemungkinan teror, serangan, atau bentuk intimidasi terhadap diplomat Israel.

"Sudah ada keadaan siaga di kedutaan Israel sejak pecahnya perang, namun setelah pembunuhan pejabat Iran di Damaskus, kewaspadaan di kedutaan Israel akan ditingkatkan," ujar Lembaga Penyiaran Publik Israel, KAN mengutip Al Jazeera.

Baca juga: Dibayangi Ancaman Besar Iran, Israel Takut Negeri Mullah Gunakan Milisi Syiah di Irak, Yaman, Suriah

Konflik ini pertama kali pecah pada awal pekan ini, tepatnya jet tempur F-35 milik militer Israel melancarkan serangan udara ke Konsulat Iran di Damaskus. Imbas serangan itu 13 orang dilaporkan tewas, termasuk pemimpin Garda Revolusi, Mohammad Reza Zahedi, serta 7 anggota IRGC.

Serangan mematikan ini lantas membuat Iran murka, hingga berjanji akan melakukan serangan balas dendam kepada Israel yang berani menargetkan pemimpin Garda Revolusi Iran dalam serangan udaranya .

“Kami akan membuat Israel menyesali tindak pidananya yang ini dan yang lain,” Pemimpin agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Rekomendasi Untuk Anda

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian, mengonfirmasi bahwa serangan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus merupakan pelanggaran terhadap semua konvensi internasional.

"Kami mengutuk keras serangan terhadap konsulat kami di Damaskus. Perdana Menteri Israel Benjamin telah benar-benar kehilangan keseimbangan mental karena kegagalan berturut-turut di Gaza dan kegagalan mencapai tujuan ambisius Zionis," tegas Abdollahian.

Israel Akui Bertanggung Jawab

Pemerintah Netanyahu hingga kini belum memberikan respon apapun terkait tuduhan yang menyebut anggotanya terlibat dalam serangan mematikan itu.

Namun menurut surat kabar Amerika Serikat (AS), The New York Times, empat pejabat Israel, yang tidak disebutkan namanya, membenarkan Israel bertanggung jawab atas serangan di Suriah yang menewaskan Zahedi dan rekan-rekannya.

Radio Tentara Israel berdalih serangan terhadap Damaskus tidak menargetkan gedung kedutaan Iran, melainkan bangunan di dekatnya yang berfungsi sebagai markas militer Garda Revolusi.

"Dengan kata lain, siapa pun yang menghancurkan bangunan itu mungkin mempunyai informasi akurat tentang aktivitas militer yang terjadi di sana," lapor Radio Tentara Israel.

Netanyahu Rekrut Tentara Bayaran

Mengantisipasi serangan balik dari Iran Netanyahu dilaporkan telah memerintahkan Pasukan pendudukan Israel untuk melakukan perekrutan tentara cadangan untuk memperkuat angkatan udaranya.

“Pasukan pendudukan Israel mengumumkan bahwa mereka akan merekrut pasukan cadangan dari Angkatan Udara karena takut akan pembalasan dari Iran atas serangan terhadap konsulatnya di Damaskus, Suriah,“ ujar Menteri Keamanan Israel Avigdor Lieberman dikutip dari Al Mayadeen.

“Iran tidak akan menyerah. Mereka tidak akan menyerah dan tidak akan tertipu; kita harus tetap waspada. Kita mengenal Iran,” imbuh Lieberman.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas