Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Kutuk Pembunuhan Pimpinan Hamas Ismail Haniyeh

Jokowi mengutuk pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh. Presiden mengatakan peristiwa pembunuhan tersebut tidak bisa ditoleransi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jokowi Kutuk Pembunuhan Pimpinan Hamas Ismail Haniyeh
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh. Presiden mengatakan peristiwa pembunuhan tersebut tidak bisa ditoleransi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh.

Presiden mengatakan peristiwa pembunuhan tersebut tidak bisa ditoleransi.

"Itu sebuah kekerasan, pembunuhan, yang tidak bisa ditoleransi," katanya usai membuka acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Karya Kreatif Indonesia (FEKDI x KKI) 2024, di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis, (1/8/2024).

Apalagi pembunuhan tersebut kata Presiden dilakukan di wilayah kedaulatan Iran. Oleh karenanya Indonesia sangat mengecam peristiwa tersebut.

"Saya kira semua, termasuk Indonesia mengecam keras kekerasan dan pembunuhan seperti itu," pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh dilaporkan tewas dalam sebuah serangan di ibu kota Iran, Teheran, Rabu (31/7/2024).

Diduga Israel menjadi dalang dalam pembunuhan Haniyeh.

Rekomendasi Untuk Anda

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan pada Rabu pagi bahwa Haniyeh dan salah seorang pengawalnya tewas ketika kediaman mereka diserang di Teheran.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa serangan tersebut sedang diselidiki dan hasilnya akan diumumkan kemudian hari ini.

Ismail Haniyeh
Ismail Haniyeh (IRNA)

"Dengan rasa belasungkawa kepada bangsa Palestina yang heroik dan bangsa Islam serta para pejuang Front Perlawanan dan bangsa Iran yang mulia, pagi ini kediaman Bapak Dr. Ismail Haniyeh, kepala kantor politik Perlawanan Islam Hamas, diserang di Teheran, dan setelah insiden ini, ia dan salah seorang pengawalnya tewas," bunyi pernyataan IRGC.

Pemimpin Hamas tersebut berada di Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan presiden terpilih Iran Masoud Pezeshkian.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas