Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapal Warga Suriah Terbalik di Italia, 7 Orang Diselamatkan dan 21 Lainnya Hilang

Tujuh orang telah diselamatkan dan 21 lainnya masih hilang di laut setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik di lepas pulau Lampedusa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kapal Warga Suriah Terbalik di Italia, 7 Orang Diselamatkan dan 21 Lainnya Hilang
Tangkap layar X
Tujuh orang telah diselamatkan dan 21 lainnya masih hilang di laut setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik di lepas Pulau Lampedusa. 

TRIBUNNEWS.COM - Tujuh orang telah diselamatkan dan 21 lainnya masih hilang di laut setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik di lepas Pulau Lampedusa, kata penjaga pantai Italia.

Para penyintas, semuanya warga negara Suriah.

"Mereka diselamatkan dari sebuah kapal yang hampir tenggelam sekitar 18,5 kilometer dari barat daya Lampedusa," kata sebuah pernyataan pada Rabu (4/9/2024), lapor Al Jazeera.

Kepala Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi (UNHCR) di Italia, Chiara Cardoletti menulis di X bahwa para penyintas berada dalam kondisi “kritis”.

Mereka juga kehilangan kerabat di laut. 

Kepada tim penyelamat, mereka mengaku berangkat pada Minggu (1/9/2024) dari Libya.

Kapal itu mengangkut 28 orang dan 21 di antaranya, termasuk tiga anak-anak, terjatuh ke laut saat cuaca buruk.

Rekomendasi Untuk Anda

"Perahu itu terbalik berulang kali, meninggalkan orang-orang berpegangan pada sisi perahu sementara anggota keluarga mereka tenggelam di sekitar mereka," kata Nicola Dell'Arciprete, koordinator negara untuk Italia untuk Dana Anak-anak PBB (UNICEF), dalam sebuah pernyataan.

Kantor Badan Pengungsi PBB di Italia mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa warga Sudan juga berada di kapal tersebut, yang diyakini berangkat dari pelabuhan Sabratha, sebelah barat Tripoli.

Penjaga pantai mengatakan mereka telah membawa para korban selamat ke Lampedusa.

Pihak berwenang juga telah mengerahkan unit angkatan laut dan udara untuk mencari orang-orang yang hilang.

Baca juga: Deportasi Tanpa Kepastian Bayangi Pengungsi Suriah di Turki

Mediterania bagian tengah merupakan salah satu rute migrasi paling mematikan di dunia.

Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi, lebih dari 2.500 migran meninggal atau hilang saat mencoba menyeberang tahun lalu, dan 1.047 tahun ini, hingga Selasa (3/9/2024).

Angka terbaru dari Kementerian Dalam Negeri Italia mencatat bahwa lebih dari 43.000 migran telah mencapai Italia sejauh ini pada tahun 2024, jauh turun dari tahun-tahun sebelumnya.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas