Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Israel Akui Kemampuan Hamas di Gaza Masih Banyak Berfungsi, di Beit Hanoun Sebagian Besar Masih Utuh

Di tengah meningkatnya perlawanan di Gaza, tentara Israel mengakui efektivitas operasi militer Hamas yang berkelanjutan

Editor: Muhammad Barir
zoom-in Israel Akui Kemampuan Hamas di Gaza Masih Banyak Berfungsi, di Beit Hanoun Sebagian Besar Masih Utuh
khaberni/tangkap layar
Personel Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan pembebasan Palestina, Hamas, seorang diri menyandang pelontar roket menghadapi pasukan Israel di antara kepulan asap ledakan di Jalur Gaza. 

Israel Akui Kemampuan Hamas di Gaza Masih Banyak Berfungsi

TRIBUNNEWS.COM- Di tengah meningkatnya perlawanan di Gaza, tentara Israel mengakui efektivitas operasi militer Hamas yang berkelanjutan, khususnya di Beit Hanoun, di mana korban terus meningkat.

Tentara Israel telah mengakui bahwa kemampuan militer Hamas di Beit Hanoun sebagian besar masih utuh, media Israel melaporkan, karena 16 tentara Israel tewas di daerah tersebut di Gaza utara dalam beberapa hari terakhir.

"Kota Beit Hanoun menewaskan lima tentara Israel hari ini (Senin), bergabung dengan sepuluh tentara lainnya yang tewas di kota itu... hanya dalam waktu seminggu," kata laporan surat kabar Israel Hayom, yang dikutip kantor berita Anadolu.

Menurut surat kabar tersebut, jumlah tentara Israel yang tewas sejak kampanye militer dimulai pada awal Oktober 2024 telah meningkat menjadi 55, dengan 16 kematian di Beit Hanoun saja.

Pada hari Senin, militer Israel melaporkan bahwa lima tentara tewas dan delapan lainnya terluka parah ketika sebuah bangunan di Beit Hanoun meledak.


Komando Operasional Hamas

Seorang perwira militer Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada surat kabar itu bahwa Beit Hanoun dibombardir secara besar-besaran selama serangan pertama ke kota itu pada Oktober 2023, yang mengakibatkan hancurnya sebagian besar wilayah tersebut, lapor Anadolu. 

Berita Rekomendasi

Seorang tentara tewas dan yang lainnya terluka dalam serangan awal itu.

“Kini, jumlah korban tewas warga Israel di Beit Hanoun tak terbayangkan,” kata pejabat tersebut, menurut laporan tersebut.

Laporan tersebut mencatat bahwa militer sekarang mengakui bahwa jaringan komando lokal Hamas tetap beroperasi dan bahwa para komandannya masih dapat mengeluarkan perintah penyerangan.

Hamas dilaporkan menggunakan taktik perang gerilya, dengan unit-unit kecil menghindari pasukan Israel dan melancarkan serangan. 

Israel Hayom menambahkan bahwa strategi ini "sering berhasil," lapor Anadolu.


Serangan Besar di Rafah

Juga pada hari Senin, Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, melancarkan serangan besar terhadap unit militer Israel yang terdiri dari 25 tentara di kamp Shaboura, yang terletak di pusat Rafah, Gaza selatan.

Menurut pernyataan yang diunggah di akun Telegram mereka, para pejuang Qassam menyergap pasukan Israel saat mereka sedang bersembunyi di dalam sebuah gedung di daerah Al-Najili.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas