Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hamas Bebaskan 3 Sandera Israel, Berfoto Bersama di Atas Panggung

Hamas membebaskan tiga sandera Israel hari ini, sebagai ganti 183 tahanan Palestina.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Hamas Bebaskan 3 Sandera Israel, Berfoto Bersama di Atas Panggung
Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic
PEMBEBASAN SANDERA - Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic yang diambil pada Sabtu (8/2/2025), menunjukkan 3 sandera Israel yang dibebaskan pada hari yang sama, berdiri di atas panggung bersama pejuang Hamas. 

TRIBUNNEWS.COM - Hamas membebaskan tiga sandera Israel pada hari ini, Sabtu (8/2/2025).

Menurut laporan Al Jazeera, Eli Sharabi (52), Or Levy (34), dan Ohad Ben Ami (56) dibebaskan dari sebuah lokasi di Deir-el Balah, Gaza tengah.

Pembebasan ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Hamas menyiapkan panggung di kota tersebut untuk prosesi serah terima, yang dihadiri oleh puluhan pejuang Hamas.

Mereka bahkan terlihat berfoto bersama di atas panggung sebelum para sandera dibebaskan.

Ketiga sandera tersebut kini telah dibawa oleh anggota Komite Internasional Palang Merah.

Sebagai ganti pembebasan tiga sandera tersebut, Israel akan melepaskan 183 tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Times of Israel, satu kelompok tahanan akan dibebaskan dari Penjara Keziot di Israel selatan, sementara kelompok lainnya akan dibebaskan dari Penjara Ofer di Tepi Barat yang diduduki.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tujuh tahanan akan diasingkan sebagai bagian dari pembebasan mereka.

Dari total 183 tahanan, 111 orang ditahan di Gaza selama perang, sementara 72 lainnya berasal dari Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.

Apa Selanjutnya?

Mengutip Al Jazeera, sesuai perjanjian gencatan senjata, setelah pembebasan tawanan hari ini, militer Israel seharusnya menarik diri sepenuhnya dari Koridor Netzarim.

Baca juga: Putaran Ke-5 Pertukaran Sandera Hamas-Israel: Al Qassam Pilih Lokasi yang Belum Pernah Dimasuki IDF

Selain itu, Israel juga diharuskan mengizinkan pergerakan bebas antara bagian selatan dan utara Jalur Gaza.

Koridor Netzarim telah dikuasai oleh militer Israel sejak awal perang, sehingga menghambat pergerakan dari selatan ke utara.

Namun, warga diimbau berhati-hati saat melintasi area tersebut.

Dua kendaraan dilaporkan ditabrak oleh militer Israel di Jalan al-Rashid dalam beberapa minggu sejak gencatan senjata dimulai.

Negosiasi Selanjutnya

Sementara itu, negosiasi lanjutan diharapkan akan dimulai minggu ini untuk fase kedua gencatan senjata di Gaza, yang mencakup pertukaran lebih lanjut serta menetapkan peta jalan untuk mengakhiri perang.

Namun, hal ini sempat ditunda setelah konsultasi antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di AS.

Trump sempat melontarkan rencana yang banyak dikecam, di mana AS akan mengambil alih Gaza sementara sebagian besar penduduknya diungsikan.

Menurutnya, ini akan memungkinkan wilayah yang hancur tersebut dibangun kembali sebagai 'Riviera' baru di Timur Tengah.

Sementara itu, di Tepi Barat yang diduduki, serangan militer Israel terhadap Jenin terus berlanjut hingga hari ke-19. Israel juga menyerang kota Tulkarm, Tammun, dan kamp pengungsi Al-Fara'a.

Puluhan orang telah tewas sejak Israel melancarkan serangan terbaru di Tepi Barat yang diduduki, sementara banyak lainnya ditahan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas