Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Hamas dan Israel Merampungkan Pertukaran Tawanan Keenam, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Israel dan Hamas kini telah merampungkan pertukaran tawanan keenam, lantas apa yang akan terjadi selanjutnya?

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
zoom-in Hamas dan Israel Merampungkan Pertukaran Tawanan Keenam, Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Tangkap layar YouTube Al Jazeera English
PEMBEBASAN SANDERA - Tangkap layar YouTube Al Jazeera English yang tayang dan diambil pada Minggu (16/2/2025), menampilkan proses pembebasan sandera Israel oleh Hamas pada hari sebelumnya. Israel dan Hamas kini telah merampungkan pertukaran tawanan keenam, lantas apa yang akan terjadi selanjutnya? 

TRIBUNNEWS.COM – Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas berlanjut pada Sabtu (15/2/2025), setelah hampir terancam gagal pada minggu ini.

Tiga sandera Israel—Dekel-Chen, Sasha Trupanov, dan Yair Horn—merupakan kelompok keenam yang dibebaskan sebagai bagian dari tahap pertama gencatan senjata yang dimulai sejak 19 Januari 2025, mengutip The New Arab.

Hamas sempat mengancam untuk menunda pembebasan sandera karena dugaan pelanggaran oleh Israel.

Namun, sejauh ini kesepakatan tersebut telah terlaksana.

Sebanyak 24 sandera telah dibebaskan oleh Hamas, terdiri dari 19 warga negara Israel dan 5 warga negara Thailand, dengan imbalan ratusan tahanan Palestina.

Banyak dari tahanan Palestina tersebut dipenjara di Israel tanpa dakwaan atau pengadilan, dalam apa yang disebut sebagai "penahanan administratif".

Mengapa perjanjian gencatan senjata hampir gagal?

PAMER SENJATA - Foto yang diambil dari Telegram Brigade Al-Quds pada Sabtu (15/2/2025) menunjukkan tentara Hamas memamerkan senjata dan perlengkapan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang berhasil mereka sita. Hamas memamerkan peralatan IDF yang mereka sita ini saat melakukan pembebasan sandera di Khan Younis pada Sabtu (15/2/2025) siang waktu setempat.
PAMER SENJATA - Foto yang diambil dari Telegram Brigade Al-Quds pada Sabtu (15/2/2025) menunjukkan tentara Hamas memamerkan senjata dan perlengkapan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang berhasil mereka sita. Hamas memamerkan peralatan IDF yang mereka sita ini saat melakukan pembebasan sandera di Khan Younis pada Sabtu (15/2/2025) siang waktu setempat. (Telegram Brigade Al-Quds)

Pada awal minggu ini, juru bicara sayap bersenjata Hamas, Abu Obeida, mengumumkan penundaan rencana pembebasan tiga sandera Israel yang semula dijadwalkan pada Sabtu.

Berita Rekomendasi

Hamas menuduh Israel melanggar kesepakatan dengan menunda pemulangan warga Palestina ke Gaza Utara, melakukan serangan di seluruh wilayah tersebut, dan menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sedikitnya 92 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 800 orang terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata dimulai.

Namun, pada akhirnya Hamas membatalkan penundaan tersebut setelah Israel mengancam akan melancarkan serangan baru di Gaza.

Para mediator dilaporkan berjanji untuk menghilangkan hambatan yang ada guna memastikan Israel mengizinkan lebih banyak tenda, pasokan medis, dan kebutuhan pokok lainnya masuk ke Gaza.

Baca juga: Hijaunya Israel-Suramnya Gaza, Saat Helikopter Black Hawk Yordania Bolak-balik di Langit Palestina

Apa yang tersisa dalam fase pertama gencatan senjata?

Fase pertama gencatan senjata, yang berlangsung selama enam minggu, masih menyisakan dua minggu, dilansir AP News.

Tahap ini mencakup penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza tengah dan pemulangan warga Palestina yang mengungsi ke Gaza Utara.

Hamas dijadwalkan akan membebaskan total 33 sandera Israel, termasuk semua wanita (baik tentara maupun warga sipil), anak-anak, dan pria berusia di atas 50 tahun.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas