Krisis Ekonomi Suriah Akibat Sanksi Barat, Rusia Terbangkan Uang Tunai Baru
Rusia mencetak uang tunai baru untuk Suriah. Apakah ini solusi dari sanksi yang ada?
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: timtribunsolo

Jihad Yazigi, editor Syria Report, mengatakan, "Ada tanda-tanda kebingungan dan kurangnya kejelasan."
Dia menekankan bahwa isu ekonomi adalah tantangan utama bagi pemerintah baru di Damaskus, terutama dalam memastikan pasokan energi dan kebutuhan pokok seperti roti.
Pekan lalu, Prancis mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Suriah.
Presiden Suriah, Ahmad al-Sharaa juga diundang untuk berkunjung ke Paris.
Namun, situasi ini tidak berlaku bagi Amerika Serikat.
Meskipun AS memberikan kelonggaran sementara dalam transaksi tertentu, sanksi berat lainnya masih tetap berlaku.
Sebastian Gorka, Direktur Kontraterorisme AS, meragukan bahwa AS akan mencabut sanksi terhadap Suriah dalam waktu dekat.
Yazigi mengaitkan situasi ini dengan Sudan, yang sanksinya dicabut setelah mengakui Israel pada tahun 2020.
Namun, dia menekankan bahwa situasi Suriah jauh lebih kompleks, terutama mengingat pengakuan Israel yang secara politik sulit untuk diterima.
Para ahli menyarankan agar Suriah berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan baik di dalam maupun luar negeri.
"Di Suriah, Anda harus selalu menjaga pintu terbuka," kata Yazigi.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.