Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Profil Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik Roma ke-266

Simak profil dari Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma ke-266, sejak 14 Februari dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Roma.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Profil Paus Fransiskus,  Pemimpin Gereja Katolik Roma ke-266
Tangkapan layar YouTube NBC News
PAUS FRANSISKUS - Tangkapan layar YouTube NBC News yang diambil pada Selasa (25/2/2025) menunjukkan Paus Fransiskus. Berikut profil dari Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma ke-266. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini profil dari Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma ke-266.

Saat ini Paus Fransiskus berada dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Gemelli, Roma.

Ia berada di ruang intensif akibat sejumlah masalah kesehatan serius sejak 14 Februari 2025.

Paus Fransiskus dirawat karena bronkitis yang berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan dan pneumonia, lapor Vatican News.

Kondisinya semakin memburuk, dengan komplikasi tambahan seperti gagal ginjal ringan, yang kini terkendali.

Meski demikian, Paus yang berusia 88 tahun itu tetap melanjutkan beberapa pekerjaannya, meskipun dengan kondisi yang lemah.

Paus Fransiskus juga menerima transfusi darah untuk mengatasi anemia yang dideritanya dan mendapatkan oksigen tambahan karena masalah pernapasan yang menyerupai krisis asma.

Rekomendasi Untuk Anda

Paus Fransiskus telah mengalami beberapa perawatan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk operasi hernia pada 2023 dan rawat inap akibat bronkitis.

Paus Fransiskus bukan hanya seorang pemimpin spiritual, tetapi juga simbol perubahan dan pembaruan dalam Gereja Katolik.

Profil dan Sosok Paus Fransiskus

Dikutip dari Biography, Paus Fransiskus dipilih sebagai Paus pada 13 Maret 2013, setelah Paus Benediktus XVI mengundurkan diri.

Baca juga: Kondisi Kesehatan Paus Fransiskus Masih Kritis, Vatikan Sebut Aktivitas Kerjanya Tidak Terganggu

Nama yang dipilihnya, Fransiskus, diambil dari Santo Fransiskus dari Assisi, simbol kerendahan hati dan cinta terhadap orang miskin.

Sebelumnya, ia dikenal sebagai Jorge Mario Bergoglio, seorang Kardinal dari Argentina yang juga pernah menjabat sebagai Uskup Agung Buenos Aires.

Fransiskus adalah Paus pertama yang berasal dari Benua Amerika, serta orang non-Eropa pertama yang terpilih setelah berabad-abad kepausan yang didominasi oleh orang Eropa.

Sebagai Paus, Fransiskus menciptakan gebrakan dengan gaya kepemimpinan yang sederhana dan penuh kerendahan hati.

Ia lebih memilih tinggal di kediaman sederhana di Vatikan daripada Istana Kepausan yang mewah, serta sering sekali menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat miskin dan terpinggirkan.

Di dunia internasional, Paus Fransiskus dikenal sebagai pemimpin yang progresif, mendukung isu-isu lingkungan hidup, perdamaian, dan hak-hak minoritas, serta mengadvokasi kedamaian dan dialog antar agama.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Paus Fransiskus lahir di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Desember 1936.

Ia dibesarkan oleh orang tua imigran Italia, Mario dan Regina.

Sejak muda, ia mengalami masalah kesehatan serius, termasuk operasi pengangkatan sebagian paru-parunya akibat infeksi.

Meski demikian, ia melanjutkan pendidikan dan karirnya dalam dunia gereja, menjadi anggota Serikat Yesus (Jesuit) pada tahun 1958.

Fransiskus menerima gelar teologi di Freiburg, Jerman, dan ditahbiskan sebagai pendeta pada 1969.

Ia menjabat sebagai Provinsial Jesuit Argentina dan kemudian terpilih menjadi Uskup Agung Buenos Aires pada 1998, sebelum akhirnya dipilih sebagai Kardinal pada 2001.

Keberhasilannya dalam berbagai posisi gerejawi mengantarkannya menjadi kandidat yang kuat dalam Konklaf 2013, yang akhirnya memilihnya menjadi Paus Fransiskus.

Kepemimpinan Paus Fransiskus

Paus Fransiskus memulai masa jabatannya dengan berbagai reformasi dan perubahan signifikan.

Dalam kunjungan internasional pertamanya pada 2013, ia mengunjungi Brasil untuk merayakan Hari Pemuda Sedunia dan menyampaikan pesan inklusivitas, salah satunya dengan komentarnya yang terbuka tentang kaum homoseksual.

Fransiskus menegaskan bahwa gereja harus lebih menyambut mereka yang mencari Tuhan, meskipun mereka tidak sepenuhnya sesuai dengan ajaran tradisional gereja.

Sebagai Paus, Fransiskus juga dikenal dengan upayanya untuk memperbaiki citra gereja, mengatasi isu pelecehan seksual oleh oknum rohaniwan, serta mengurangi kekuasaan dan kekayaan Gereja Katolik.

Pada 2015, ia meluncurkan ensiklik "Laudato Si'," yang memperingatkan dunia tentang bahaya perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Baca juga: Ribuan Umat Katolik Penuhi Lapangan Santo Petrus, Berdoa untuk Kesembuhan Paus Fransiskus

Pandangan Sosial dan Isu Kontemporer

Paus Fransiskus terus menyuarakan pandangannya yang progresif, terutama dalam hal sosial dan lingkungan.

Ia mendukung teori Big Bang dan evolusi, serta mengajukan perubahan dalam kebijakan gereja terkait hukuman mati dan hak-hak sipil untuk pasangan sesama jenis.

Meskipun ia mempertahankan sikap konservatif dalam beberapa hal, seperti penolakan terhadap penahbisan perempuan sebagai pendeta, ia tetap mengadvokasi kesetaraan dan penghormatan terhadap semua manusia, tanpa terkecuali.

Pada 2018, Paus Fransiskus membuat langkah berani dengan mengubah posisi Gereja Katolik mengenai hukuman mati, menyatakan bahwa hukuman mati kini dianggap tidak dapat diterima.

Selain itu, ia juga telah mengambil tindakan untuk mengatasi masalah pelecehan seksual dalam gereja, meskipun tidak lepas dari kritik.

Aktivisme Lingkungan dan Keberlanjutan

Sebagai seorang pemimpin global, Paus Fransiskus sangat vokal dalam mengatasi masalah lingkungan.

Dalam ensiklik "Laudato Si'," ia menegaskan perlunya tindakan global untuk mengatasi krisis iklim, menyarankan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil, dan mengedukasi umat manusia tentang pentingnya menjaga bumi.

Aktivisme lingkungan Paus Fransiskus menginspirasi banyak orang, baik di dalam maupun luar gereja, untuk lebih peduli terhadap masa depan planet ini.

Biodata Paus Fransiskus

  • Nama Lengkap: Jorge Mario Bergoglio
  • Nama Paus: Paus Fransiskus
  • Tanggal Lahir: 17 Desember 1936
  • Tempat Lahir: Buenos Aires, Argentina
  • Nama Orang Tua: Mario Bergoglio (ayah) dan Regina Vázquez (ibu)
  • Kebangsaan: Argentina
  • Jabatan: Paus Gereja Katolik Roma ke-266
  • Tanggal Menjadi Paus: 13 Maret 2013
  • Gelar Paus: Paus Fransiskus (mengambil nama dari Santo Fransiskus dari Assisi)
  • Pendidikan: Sekolah Teknik:

    - Lulus sebagai teknisi kimia

    - Teologi: Belajar di Colegio San José dan Freiburg, Jerman

    - Gelar Doktoral: Di bidang teologi dari Freiburg, Jerman (1986)

  • Tugas Gereja Sebelumnya: 

    - Kardinal Gereja Katolik Roma Argentina

    - Uskup Agung Buenos Aires

    - Presiden Konferensi Waligereja Argentina (2005–2011)

    - Kardinal yang diangkat oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2001

  • Riwayat Kepausan: 

    - Paus Fransiskus dipilih sebagai Paus pada 13 Maret 2013, menjadi Paus pertama dari Benua Amerika dan juga Paus pertama yang berasal dari ordo Jesuit.

    - Selama masa kepausannya, Paus Fransiskus dikenal dengan sikap kerendahan hati dan perhatian yang besar terhadap kaum miskin, terpinggirkan, dan masalah lingkungan.

    - Mengusung nilai-nilai kesederhanaan, ia memilih untuk tinggal di apartemen sederhana, bukannya Istana Apostolik Vatikan, dan melanjutkan tradisi keberpihakan terhadap nilai-nilai sosial dan keadilan.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas