Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bicara di KTT Liga Arab, Al Shara Serukan Israel Segera Tarik Mundur Pasukan dari Suriah 

Suriah di bawah pemimpin rezim baru, Ahmed Al Shara rupanya sudah gerah atas aksi pengeboman dan pendudukan Israel da

zoom-in Bicara di KTT Liga Arab, Al Shara Serukan Israel Segera Tarik Mundur Pasukan dari Suriah 
IDF
SURIAH SELATAN - Foto yang diambil dari laman resmi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tanggal 27 Februari 2025 memperlihatkan tentara Israel sedang beroperasi di Suriah selatan. Israel masih menyerang target militer di Suriah selatan. 

Bicara di KTT Liga Arab, Al Shara Serukan Israel Segera Tarik Mundur Pasukan dari Suriah

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Suriah, Ahmad Al Shara pada Selasa (4/3/2025) meminta masyarakat internasional untuk menekan Israel agar 'segera' menarik pasukannya dari Suriah selatan.

Pemimpin baru Suriah itu melontarkan seruan tersebut saat menghadiri pertemuan puncak Liga Arab di Kairo untuk membahas rencana Mesir membangun kembali Gaza.

Baca juga: Pemimpin Arab Kumpul Bahas Gaza, Rencana Mesir Sejalan Israel, Hamas: Kami Siap Perang Lagi

"Kami mendesak masyarakat internasional untuk menegakkan komitmen hukum dan moralnya dengan mendukung hak-hak Suriah dan menekan Israel untuk segera menarik diri dari Suriah selatan," kata Al Shara pada pertemuan puncak darurat Liga Arab di Kairo untuk meninjau rencana Mesir untuk rekonstruksi pascaperang dan pemerintahan Gaza, dikutip Rabu (5/3/2025).

Ini menjadi kesempatan pertama Al-Shara menghadiri pertemuan Liga Arab setelah pasukan pemberontak Suriah yang dipimpin oleh kelompok Hayat Tahrir Al Sham menggulingkan mantan presiden Bashar Al Assad pada bulan Desember. 

Israel mengirim pasukannya ke Suriah selatan beberapa hari setelah pemberontak merebut kekuasaan dan telah melakukan serangan udara berulang kali terhadap apa yang disebutnya sebagai tempat penyimpanan senjata milik rezim sebelumnya.

Al Shara mengatakan "ekspansi (Israel) yang bermusuhan tidak hanya merupakan pelanggaran kedaulatan Suriah, tetapi juga ancaman langsung terhadap keamanan dan perdamaian di seluruh kawasan".

"Sejak pendudukannya di Golan Suriah pada tahun 1967, Israel tidak menghentikan pelanggarannya terhadap hak-hak rakyat kami," katanya.

"Kami tetap berkomitmen pada perjanjian pelepasan diri tahun 1974 dan tidak dapat menerima Israel terus mengabaikan perjanjian ini."

Pemimpin baru Suriah yang juga pemimpin HTS,  Abu Mohammed al-Jolani atau Ahmad Al-Sharaa
Pemimpin baru Suriah yang juga pemimpin HTS, Abu Mohammed al-Jolani atau Ahmad Al-Sharaa (X/Twitter)

Kecam Upaya Pengusiran Warga Gaza

Menyikapi masalah Gaza, di mana gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas mengakhiri 15 bulan serangan militer Israel yang menghancurkan, Al Shara berkata: "Hari ini, kita menyaksikan upaya baru untuk memaksakan solusi yang bertujuan menggambar ulang peta geografis dengan mengorbankan darah Palestina.

"Pengusiran rakyat Palestina dari tanah mereka tidak dapat diterima dan sudah saatnya bagi kita, sebagai orang Arab, untuk bersatu melawan rencana-rencana ini. Suriah selalu dan tetap menjadi bagian dari tanah Arab yang agung ini, dan kembalinya Suriah ke Liga Arab adalah momen bersejarah yang mencerminkan keinginan untuk memperkuat solidaritas Arab," katanya.

Tindakan Israel di Suriah juga dikutuk oleh utusan PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, pada hari Selasa.

Pedersen mengatakan kalau dia "sangat prihatin dengan pelanggaran berkelanjutan terhadap Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974", yang menetapkan kalau Suriah dan Israel harus mematuhi dan menjaga gencatan senjata dan menahan diri dari tindakan militer terhadap satu sama lain.

Tentara Israel pada Senin mengatakan telah menyerang sebuah lokasi di Suriah tempat senjata milik rezim Assad disimpan.

Tindakan seperti itu, Pedersen memperingatkan, "tidak dapat diterima dan berisiko semakin mengacaukan situasi yang sudah rapuh, meningkatkan ketegangan regional, dan melemahkan upaya menuju de-eskalasi dan transisi politik yang berkelanjutan".

Ia meminta Israel untuk menghentikan pelanggaran perjanjian, menegakkan kewajiban internasionalnya, dan menahan diri dari tindakan yang memperburuk konflik.

Ia juga mendesak semua pihak untuk menghormati kedaulatan Suriah.

 

(oln/thntnl/*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas