Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jika Israel Kembali Perang, Tidak Akan Ada Tawanan yang Bisa Kembali, Kata Yoav Gallant Eks-Menhan

Mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan Israel akan membuat kesalahan jika kembali berperang untuk menghancurkan Hamas di Gaza

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Muhammad Barir
zoom-in Jika Israel Kembali Perang, Tidak Akan Ada Tawanan yang Bisa Kembali, Kata Yoav Gallant Eks-Menhan
X/Twitter
MANTAN MENTERI PERTAHANAN- Mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan Israel akan membuat kesalahan jika kembali berperang untuk menghancurkan Hamas di Gaza sebelum membawa kembali tawanan Israel. 

Jika Israel Kembali Perang, Tidak Akan Ada Tawanan yang Bisa Kembali, Kata Yoav Gallant Eks-Menhan

TRIBUNNEWS.COM- Mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan Israel akan membuat kesalahan jika kembali berperang untuk menghancurkan Hamas di Gaza sebelum membawa kembali tawanan Israel.

Dalam penampilan publik pertamanya di Amerika Serikat, Gallant membahas fase kedua dari kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas, dengan mengatakan: “Ada perintah untuk memulangkan tahanan demi mencapai tujuan perang.”

“Saya adalah orang terakhir yang menentang penghancuran total Hamas, tetapi jika kita melenyapkan Hamas sebelum memulangkan para sandera, kita tidak akan memiliki sandera untuk dipulangkan.”

OPINI: Mengapa fase kedua negosiasi gencatan senjata Gaza gagal

“Pertama-tama, para sandera Israel harus dipulangkan, dan setelah itu kami akan terus menghancurkan Hamas,” imbuhnya, seraya mencatat bahwa “bahkan jika Israel tidak tertarik untuk memerangi Hamas selamanya, kami harus melakukannya untuk waktu yang lama.”

Pernyataan tersebut muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengajukan tuntutan baru sebelum memasuki tahap kedua perundingan gencatan senjata dengan Hamas.

Rekomendasi Untuk Anda

Tahap pertama perjanjian gencatan senjata berakhir pada hari Sabtu.

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Netanyahu dan Gallant atas tindakannya melancarkan perang di Gaza. AS belum setuju untuk mematuhi seruan ICC untuk menangkap mereka.

Hamas mengatakan satu-satunya cara membebaskan tawanan Israel yang ditahan di Gaza adalah melalui negosiasi dan diakhirinya perang di daerah kantong itu.

 


SUMBER: MIDDLE EAST MONITOR 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas