Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Luncurkan Aplikasi CBP Home, Imigran Ilegal Dipaksa Mendeportasi Diri Sendiri dari AS

Pemerintahan Presiden Donald Trump meluncurkan aplikasi CBP Home untuk Imigran Ilegal agar mendeportasi diri mereka sendiri dari AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Trump Luncurkan Aplikasi CBP Home, Imigran Ilegal Dipaksa Mendeportasi Diri Sendiri dari AS
Facebook Donald J. Trump
DONALD TRUMP - Foto ini diambil pada Selasa (11/3/2025) dari publikasi resmi Donald J. Trump pada 2 November 2024 dalam kampanye Pilpres Amerika Serikat di Michigan. Pada Senin (10/3/2025), Pemerintahan Presiden AS Donald Trump merilis aplikasi CBP Home untuk imigran ilegal guna mendeportasi diri mereka sendiri. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meluncurkan aplikasi CBP Home atau Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS yang ditujukan kepada imigran ilegal untuk mendeportasi diri mereka sendiri dari AS.

Pemerintahan Trump mengancam imigran ilegal harus melakukan deportasi mandiri atau mereka akan ditangkap dan ditahan.

"Aplikasi CBP Home memberi para alien pilihan untuk pergi sekarang dan mendeportasi diri mereka sendiri, sehingga mereka mungkin masih memiliki kesempatan untuk kembali secara legal di masa mendatang dan menjalani impian Amerika," kata Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, dalam sebuah pernyataan, Senin (10/3/2025).

"Jika mereka tidak melakukannya, kami akan menemukan mereka, kami akan mendeportasi mereka, dan mereka tidak akan pernah kembali," lanjutnya, seperti diberitakan Reuters.

Donald Trump telah berjanji untuk mendeportasi sejumlah besar migran yang masuk ke AS secara ilegal.

Peraturan pemerintahan Donald Trump yang akan mulai berlaku pada tanggal 11 April 2025.

Peraturan tersebut akan mengharuskan orang-orang yang tidak memiliki status hukum untuk mendaftar ke pemerintah AS atau menghadapi denda atau hukuman penjara.

Rekomendasi Untuk Anda

Aplikasi CBP Home akan menggantikan aplikasi CBP One yang diluncurkan di bawah pemerintahan Joe Biden sebelumnya.

Aplikasi CBP One era Biden memungkinkan satu juta imigran di Meksiko untuk menjadwalkan janji temu dan meminta izin masuk di perlintasan perbatasan resmi.

Partai Republik yang mengusung Donald Trump mengkritik aplikasi CBP One memfasilitasi migrasi massal ke AS dan tidak memeriksa imigran.

Donald Trump menutup CBP One beberapa jam setelah dilantik, menyebabkan para imigran dengan janji temu yang tertunda terlantar dan tidak yakin mengenai langkah selanjutnya.

Baca juga: Donald Trump: TikTok Jadi Incaran 4 Investor Kondang AS, Berebut Akuisisi Bisnis ByteDance  

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas