Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.117: Zelensky Tuding Putin Sengaja Ulur Perang
Zelensky menuduh Putin, "berbohong kepada semua orang" mengenai situasi di provinsi Kursk, Rusia. Apa yang terjadi? Simak peristiwa perang lainnya.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia-Ukraina yang dimulai sejak 24 Februari 2022 telah memasuki hari ke-1.117 pada Minggu (16/3/2025).
Dalam perkembangan baru yang dirangkum The Guardian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenksy menuding Presiden Rusia, Vladimir Putin sengaja mengulur perang agar semakin panjang.
Pada Sabtu (15/3/2025) kemarin, Kementerian Pertahanan Moskow mengungkapkan pasukan Rusia merebut kembali desa Rubanshchina dan Zaoleshenka di wilayah Kursk.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, berbicara pada Sabtu (15/3/2025) untuk membahas tahap selanjutnya dalam perundingan untuk mengakhiri perang.
Simak rangkuman peristiwa lainnya berikut ini.
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.117:
-
Zelensky Tuduh Putin Perpanjang Perang
Zelensky menuduh Putin, "berbohong kepada semua orang" mengenai situasi di provinsi Kursk, Rusia.
Dalam unggahan di X pada Sabtu (15/3/2025), Zelensky menegaskan Putin memberikan informasi yang salah terkait kondisi di lapangan, khususnya tentang apa yang terjadi di wilayah Kursk.
Zelensky mengklarifikasi bahwa pasukan Ukraina masih terus menghadapi perlawanan dari pasukan Rusia dan Korea Utara di daerah tersebut.
Ia juga menyebutkan adanya ancaman serangan baru di Sumy, timur laut Ukraina.
Baca juga: Populer Internasional: Trump Minta Putin Selamatkan Tentara Ukraina - Mantan Tentara Israel Diludahi
Presiden Ukraina tersebut membantah klaim Rusia yang menyatakan bahwa pasukan Ukraina terjebak atau dikepung di Kursk.
Sebaliknya, Zelensky menyatakan Moskow sedang mengumpulkan pasukan di dekat Kursk untuk melancarkan serangan terpisah.
"Peningkatan pasukan Rusia menunjukkan bahwa Moskow bermaksud untuk terus mengabaikan diplomasi," kata Zelensky.
"Jelas bahwa Rusia memperpanjang perang."
-
Zelensky Tuduh Putin Halangi Gencatan Senjata
Dalam unggahan di X, Zelensky menuduh utin, berbohong mengenai kesulitan gencatan senjata.
Zelensky memperingatkan bahwa Putin akan terus "memperpanjang" perang.
Ia mengkritik klaim Putin yang menyatakan bahwa gencatan senjata dianggap terlalu rumit.
"Kami berbicara tentang siapa yang akan menunda perdamaian dan memperlambat segalanya - dan sekarang kami melihatnya dengan jelas."
Menurut Zelensky, meskipun gencatan senjata mungkin dapat tercapai, Rusia sengaja melakukan segala cara untuk mencegahnya.
-
Rusia Klaim Rebut Kembali Desa di Kursk, Ukraina Terpaksa Mundur dari Sudzha
Pada Sabtu (15/3/2025), Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pasukan mereka merebut kembali desa Rubanshchina dan Zaoleshenka di wilayah Kursk.
Pengumuman tersebut menyusul pengumuman sebelumnya pada hari Kamis (13/3/202.
Waktu itu, Rusia menyatakan telah memperoleh kembali kendali penuh atas kota Sudzha setelah pasukan Ukraina terpaksa mundur.
Keberhasilan ini menambah tekanan pada pasukan Ukraina di wilayah tersebut, sementara situasi di garis depan terus berkembang.
-
Ukraina Tembak Jatuh 130 Pesawat Nirawak Rusia, Serangan di Kryvyi Rih Tingkatkan Korban
Pada Sabtu (15/3/2025), Ukraina mengumumkan berhasil menembak jatuh 130 pesawat nirawak yang diluncurkan Rusia di seluruh negeri selama malam hari.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan pesawat nirawak Shahed buatan Iran itu dijatuhkan di 14 wilayah.
Selain itu, Moskow juga melancarkan serangan dengan dua rudal balistik.
Sementara itu, jumlah korban dalam serangan Rusia sehari sebelumnya di kota Kryvyi Rih, yang merupakan kota kelahiran Presiden Zelensky, meningkat menjadi 14 orang.
Baca juga: Rusia-Ukraina Lancarkan Serangan di Tengah Usulan Gencatan Senjata, Dihujani Lebih dari 100 Drone
Pada Jumat (14/3/2025), pejabat setempat menyatakan bahwa Rusia menyerang daerah permukiman di kota yang terletak di Ukraina bagian tengah.
"14 orang terluka, termasuk dua anak-anak," kata Kepala Wilayah Dnipropetrovsk, Sergiy Lysak, melalui Telegram.
-
Marco Rubio dan Sergei Lavrov Bicara di Telepon
Pada Sabtu (15/3/2025), Marco Rubio dan Sergei Lavrov mengadakan pembicaraan, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce.
Dikutip dair Suspilne, selama percakapan tersebut, kedua pihak sepakat untuk terus berupaya memulihkan komunikasi antara AS dan Rusia.
Namun, pernyataan yang dirilis tidak menyebutkan kapan perundingan AS-Rusia berikutnya akan dimulai, meskipun dijadwalkan akan diselenggarakan oleh Arab Saudi.
(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.