Ketua PBNU: Seluruh Gaza Sekarang Hancur, Saya Tak Berani Lagi Lihat Foto-foto Gaza
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdala menyebut kondisi Gaza saat ini telah memasuki fase baru.
Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdala menyebut kondisi Gaza saat ini telah memasuki fase baru.
Ulil menyebutnya sebagai fase rekonstruksi.
Namun, kata Ulil, fase ini terjadi bukan karena kemenangan atau perbaikan melainkan karena seluruh Gaza kini hancur luluh lantak.
Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk di “Masa Depan Palestina: Dampak Kebijakan Presiden Trump" di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/3/2025).
"Sekarang Gaza memasuki fase baru yaitu fase rekonstruksi. Karena seluruh Gaza sekarang hancur,” kata Ulil.
“Saya sendiri sudah sampai pada fase tidak berani lagi melihat foto-foto dari Gaza. Dulu masih sering lihat, sekarang sudah tidak kuat,” sambungnya.
Ia juga menyoroti usulan kontroversial dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menurutnya ingin membangun resort wisata di Gaza dan mengusir seluruh warga Palestina dari tanah mereka.
Trump ingin mengubah Gaza menjadi destinasi wisata mewah mirip “Riviera Timur Tengah” dengan mengusir sekitar 2 juta penduduk Palestina dari wilayah tersebut.
"Trump kemarin membawa usul yang menyedihkan. Dia mau membangun resort wisata di Gaza dan mengusir seluruh warga Gaza dari Palestina," ungkap Ulil.
Menurut Ulil, ide tersebut mencerminkan cara berpikir Trump sebagai seorang pengusaha properti.
"Pengusaha properti itu kan punya cara berpikir yang khas. Kalau ingin mengincar tanah dan ingin membangun resort wisata, ya buatlah penduduk di situ tidak nyaman supaya mereka pergi," tuturnya.
Ulil menambahkan situasi Palestina di era Trump menjadi jauh lebih sulit.
Menurutnya, langkah-langkah politik yang diambil Trump justru semakin mempersulit posisi Palestina di mata dunia.
Ia menilai narasi yang dibangun semakin berat sebelah sehingga penderitaan rakyat Palestina seringkali tertutupi oleh propaganda yang menggambarkan konflik ini hanya sebagai persoalan keamanan Israel semata.
Dalam situasi yang serba berat ini, Ulil mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan dan kesadaran meski perjuangan yang bisa dilakukan saat ini bersifat minimalis.
"Sekarang ini yang bisa kita lakukan ya perjuangan yang minimalis yaitu menjaga kesadaran kita untuk terus menerus tidak patuh kepada propaganda Israel," tegasnya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.