Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Houthi: Video yang Dirilis Trump Bukan Pertemuan Militer di Yaman

Houthi bantah tuduhan Presiden AS Donald Trump terkait serangan udara AS di Hodeidah, Yaman.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: timtribunsolo
zoom-in Houthi: Video yang Dirilis Trump Bukan Pertemuan Militer di Yaman
Truth Social/@realDonaldTrump
VIDEO AKUN TRUMP - Tangkapan layar video akun @realDonaldTrump yang diambil pada hari Minggu (6/4/2025), memperlihatkan cuplikan video yang diklaim oleh Presiden AS Donald Trump sebagai pertemuan pemimpin militer Houthi yang dibom AS, dirilis di platform Truth Social pada hari Jumat (4/4/2025). Pada hari Minggu, Houthi membantah pernyataan Trump. 

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok Ansar Allah Houthi membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan bahwa serangan udara AS menargetkan pertemuan para pemimpin militer Houthi di Hodeidah, Yaman.

Dalam cuitannya di platform Truth Social, Trump mengeklaim bahwa orang-orang yang menjadi sasaran serangan tersebut sedang merencanakan serangan terhadap kapal AS di Laut Merah.

Namun, sumber dari Houthi yang tidak disebutkan namanya menegaskan bahwa video yang dibagikan Trump sebenarnya menunjukkan kunjungan sosial Idulfitri, bukan pertemuan militer.

Trump membagikan video yang menunjukkan serangan AS pada hari Jumat, 4 April 2025.

Video tersebut, yang tampaknya direkam oleh pesawat tak berawak, menunjukkan puluhan orang berdiri di sebuah oval di daerah pedesaan.

Sebuah amunisi jatuh dan menyebabkan ledakan, meninggalkan kawah besar.

Dalam cuitannya, Trump menulis, "Mereka tidak akan pernah menenggelamkan kapal kita lagi," merujuk pada dugaan serangan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Rekomendasi Untuk Anda

Beberapa pengguna Truth Social menyatakan bahwa orang-orang dalam video itu mungkin adalah warga sipil yang mengikuti pertemuan suku, dan membagikan foto-foto pertemuan serupa dari masa lalu.

Sebelumnya, Houthi melaporkan bahwa puluhan orang tewas dan terluka dalam serangan udara AS yang menargetkan sebuah pertemuan di Kegubernuran Al Hodeidah.

Meskipun Houthi tidak menyebutkan jumlah korban secara spesifik, mereka mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menyebabkan banyak kerugian.

Serangan ini merupakan bagian dari upaya AS dan sekutunya untuk menghentikan Houthi yang memblokade kapal-kapal terkait Israel di Laut Merah.

Baca juga: Houthi Tertawa atas Klaim Iran Tinggalkan Yaman di Tengah Serangan AS

Sejak 15 Maret 2025, AS telah kembali melancarkan serangan di Yaman.

Houthi sebelumnya menyatakan solidaritas terhadap warga Gaza yang menghadapi serangan Israel dan mulai menargetkan kapal-kapal terkait Israel di Laut Merah.

Namun, mereka menghentikan serangan tersebut setelah perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Gerakan Perlawanan Islam Hamas pada 19 Januari 2025.

Houthi kemudian melanjutkan operasi militernya terhadap Israel pada 14 Maret 2025, setelah Israel mengabaikan permintaan mereka untuk membuka jalur penyeberangan bantuan kemanusiaan di Rafah, Jalur Gaza selatan.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas