Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Diaspora Indonesia di Korea Selatan Dapat Akses Pendidikan Tinggi Lewat PJJ

Presiden Kyungwoon University, Keun Park, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah membangun budaya pendidikan lintas negara.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Diaspora Indonesia di Korea Selatan Dapat Akses Pendidikan Tinggi Lewat PJJ
HO
PENDIDIKAN TINGGI - Penandatanganan kerjasama (MoA) oleh Ghina Amani Kemal Gani selaku Executive Director LSPR Institute dengan Dean Office of Global Affairs Kyungwoon University, Prof Joy Ju Young Chun. (HO/LSPR) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para diaspora Indonesia di Korea Selatan mendapatkan akses pendidikan tinggi.

LSPR Institute of Communication and Business dari Indonesia ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kyungwoon University, Korea Selatan.

Penandatanganan kerja sama dilakukan di Gumi, Korea Selatan oleh Executive Director LSPR Institute, Ghina Amani Kemal Gani, dan Dean Office of Global Affairs Kyungwoon University, Prof. Joy Ju Young Chun.

Kerja sama ini bertujuan untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi diaspora Indonesia yang tinggal dan bekerja di Korea Selatan, terutama yang bekerja di perusahaan multinasional di kawasan Gumi.

Salah satu program utama yang ditawarkan adalah Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dari LSPR Institute.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan warga negara Indonesia di Korea Selatan dan memberikan akses pendidikan berkualitas yang fleksibel,” ujar Ghina melalui keterangan tertulis, Jumat (25/4/2025).

Program kerja sama ini meliputi pelatihan vokasi, riset bersama, pengembangan kompetensi, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta penyelenggaraan kegiatan ilmiah. Kerja sama berlaku selama tiga tahun ke depan.

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden Kyungwoon University, Keun Park, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah membangun budaya pendidikan lintas negara.

"Meski berbeda budaya, kedua institusi punya semangat yang sama untuk mendukung generasi masa depan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari KBRI Seoul. Kuasa Usaha Ad Interim Zelda Wulan Kartika mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya ini karena bisa membantu para WNI di Korea Selatan mengakses pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaannya.

Pendiri LSPR Institute, Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, mengatakan kantor perwakilan ini untuk mendekatkan LSPR dengan diaspora yang membutuhkan program pendidikan jarak jauh. 

Serta memperkuat kolaborasi antar institusi dalam menciptakan peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi mendatang."

“Inisiatif ini tidak hanya memperkuat posisi LSPR Institute sebagai kampus global, kami ingin mewujudkan esensi dari kesetaraan akses pendidikan untuk semua," kata Prita. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas