100 Hari Menjadi Presiden, Donald Trump Bangga Bisa Pimpin AS dan Dunia
Pada perayaan hari ke-100 sebagai Presiden AS, Donald Trump mengklaim ia memimpin AS dan dunia. Ia juga membanggakan kebijakannya terutama imigrasi.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Whiesa Daniswara
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim ia tidak hanya memimpin AS, tetapi juga dunia.
Dalam perayaan hari ke-100 sebagai Presiden AS setelah dilantik pada 20 Januari 2025 lalu, Trump mengatakan ia menikmati masa jabatan presiden keduanya.
"Pertama kali, saya punya dua hal yang harus dilakukan—mengurus negara dan bertahan hidup; saya punya banyak orang yang korup," ungkap Trump kepada The Atlantic pada hari Selasa (29/4/2025).
"Dan kedua kalinya, saya mengurus negara dan dunia," lanjutnya.
The Atlantic menanyakan mengenai orang-orang yang dekat dengan pemerintahan AS dan mengatakan Trump terlihat gembira dan bersinar sepanjang waktu.
Trump mengonfirmasi kabar tersebut dengan mengatakan ia memang menikmati masa jabatan keduanya dan melakukan hal-hal serius.
"Saya bersenang-senang, mengingat apa yang saya lakukan," katanya.
"Anda tahu, apa yang saya lakukan adalah hal yang serius," lanjutnya.
Presiden AS juga ditanyai mengenai berita yang mengatakan ia kemungkinan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, meski hukum AS menyebutkan seseorang hanya dapat menjabat dua kali sebagai presiden.
Kabar tersebut memicu kekhawatiran Trump dapat memilih untuk mengubah sistem elektoral AS untuk mencoba mempertahankan kekuasaan.
Namun, Trump bersikeras ia tidak memiliki rencana untuk tetap menjabat setelah masa jabatan keduanya, dan mengakui hal itu merupakan hal yang cukup rumit untuk dilakukan.
Baca juga: 100 Hari Trump Pimpin AS, Berikut Daftar 10 Kebijakan Kontroversial yang Dinilai Bawa Malapetaka
"Itu bukan sesuatu yang ingin saya lakukan. Dan saya pikir itu akan menjadi hal yang sangat sulit untuk dilakukan," kata Trump.
Sebelumnya, Trump merayakan hari ke-100 masa jabatan keduanya dengan mengadakan rapat umum besar-besaran di Michigan pada Selasa malam.
Dalam kesempatan itu, Trump membanggakan kebijakannya yang diklaim sukses, terutama di bidang imigrasi, ekonomi dan sosial, meski ada kontroversi di sekitarnya.
Pada sore harinya, Trump mengunjungi Pangkalan Garda Udara Nasional Selfridge dengan ditemani oleh Gubernur Demokrat Michigan Gretchen Whitmer, tempat ia mengumumkan misi baru untuk jet tempur, seperti diberitakan USA Today.
Setelah kunjungan tersebut, Trump menuju ke Macomb Community College di utara Detroit.
Presiden AS kemudian menyampaikan pidato di hadapan ribuan pendukungnya, berbicara tentang kepemimpinannya dalam perubahan cepat dalam pendekatan pemerintah AS.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan