Tentara Israel Mendadak Serbu Masjid Ibrahimi, Situs Suci Tiga Agama
Menurut laporan kantor berita Wafa, sejumlah aktivis di Hebron melaporkan bahwa operasi militer Israel ini tidak hanya mengerahkan pasukan bersenjata
Editor:
Acos Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, HEBRON - Ketegangan kembali merebak di Kota Hebron, Tepi Barat, Palestina setelah penyerbuan masif terhadap Masjid Ibrahimi oleh sejumlah besar tentara Israel pada Rabu (30/4/2025). Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan sejak wilayah tersebut menjadi fokus konflik antara penduduk lokal dan otoritas Israel.
Menurut laporan kantor berita Wafa, sejumlah aktivis di Hebron melaporkan bahwa operasi militer Israel ini tidak hanya mengerahkan pasukan bersenjata ke dalam kompleks masjid, tetapi juga disertai pembentukan titik-titik pemeriksaan keamanan di lokasi-lokasi strategis di sekitarnya.
Langkah-langkah ini disinyalir sebagai upaya represif Israel untuk membatasi pergerakan warga Palestina di sekitar area Masjid Ibrahimi.
Motif di Balik Operasi Militer ke Masjid Ibrahimi
Dikutip dari CNN, tujuan utama dari operasi militer Israel ke Masjid Ibrahimi ini adalah untuk mempersiapkan kedatangan sekelompok warga Yahudi yang berencana mengunjungi situs tersebut.
Hal ini menunjukkan ketegangan yang terus menerus antara komunitas Yahudi dan Muslim di kawasan tersebut, di mana Masjid Ibrahimi sebagai pusatnya sering kali menjadi sorotan dalam konflik yang berkepanjangan ini.
Baca juga: Yakin Situasinya Buruk, Trump Peringatkan Ukraina Bisa Hancur dalam 3 Tahun tanpa Kesepakatan Damai
Masjid Ibrahimi: Simbol Keberagaman Agama yang Terancam
Masjid Ibrahimi, yang dikenal oleh umat Yahudi sebagai Gua Para Leluhur atau Gua Makhpelah, menyimpan nilai sakral yang sangat tinggi bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi.
Terletak di pusat Kota Hebron, sebuah kawasan yang telah lama menjadi episentrum konflik berkepanjangan antara umat Muslim dan Yahudi, Masjid Ibrahimi bukan hanya sekadar tempat ibadah.
Bangunan kuno ini dipandang sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi sejumlah tokoh penting dalam sejarah agama masing-masing, termasuk Nabi Ibrahim, Nabi Isa, dan Nabi Yakub beserta istri-istrinya.
Setiap tahun, jutaan peziarah dari seluruh dunia mengunjungi situs ini, menjadikannya simbol perdamaian.
Namun, masjid ini juga sering kali menjadi ajang ketegangan dan konflik politik, terutama dalam konteks hubungan antara umat Muslim dan Yahudi.
Dalam sejarahnya, Masjid Ibrahimi telah menyaksikan berbagai peristiwa penting serta tragedi yang mencerminkan kompleksitas situasi di wilayah tersebut.
Baca juga: Alasan Yahudi Ultra Ortodoks Terus Protes Wajib Militer Israel, Studi Taurat Jadi Tugas Utama Mereka
Sejarah Konflik di Hebron
Sebagai salah satu bangunan suci tertua yang masih digunakan hingga kini, penyerbuan terbaru ini bukanlah insiden pertama.
Sebelumnya, pada September 2024, pasukan Israel juga melakukan serangan serupa, yang mengakibatkan penutupan akses bagi Jemaah Muslim ke situs suci tersebut.
Saat itu, tentara Israel menyerbu Kota Hebron menutup Masjid Ibrahimi dan mencegah jemaah masuk.
Insiden-insiden ini mencerminkan tantangan berkelanjutan yang dihadapi oleh komunitas yang berjuang untuk mempertahankan akses ke tempat ibadah mereka.
Masjid Ibrahimi terus menjadi titik konflik antara sejarah dan realitas politik saat ini. Dengan latar belakang nilai religius yang mendalam, penyerbuan ini semakin menegaskan perlunya dialog sebagai jalan keluar untuk meredakan ketegangan dan menciptakan kondisi yang lebih damai untuk semua pemeluk agama di kawasan ini. (Grace Sanny Vania)
Baca tanpa iklan