Serangan India-Pakistan: Upaya Tahan Diri dan Diplomasi
Menteri Pertahanan Pakistan menegaskan tidak akan gunakan nuklir dalam konflik.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
timtribunsolo
TRIBUNNEWS.COM – Dalam situasi ketegangan yang terus meningkat antara India dan Pakistan, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan bahwa pihaknya memilih untuk tidak menggunakan senjata nuklir sebagai respons terhadap serangan dari India.
Pernyataan ini disampaikan di tengah pertempuran yang telah menewaskan puluhan orang dari kedua belah pihak.
Khawaja Asif menegaskan, "Hal yang Anda bicarakan opsi nuklir memang ada tetapi jangan kita bicarakan itu. Kita harus menganggapnya sebagai kemungkinan yang sangat jauh".
Ia menambahkan bahwa tidak ada pertemuan badan militer dan sipil tertinggi yang dijadwalkan untuk membahas persenjataan nuklir Pakistan setelah operasi militer terhadap India.
Upaya Diplomasi
Menteri Luar Negeri Pakistan, Mohammad Ishaq Dar, menyatakan bahwa jika India menghentikan serangannya, Pakistan juga akan mempertimbangkan untuk menghentikan serangan balasan.
Media India melaporkan bahwa pejabat dari kedua negara telah melakukan pembicaraan pada Sabtu (10/5/2025).
Dalam konteks ini, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, telah menghubungi Kepala Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir dan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar, mendorong kedua belah pihak untuk meredakan ketegangan dan membangun kembali komunikasi.
Ketegangan Meningkat
Konflik antara India dan Pakistan semakin memanas dengan kedua belah pihak saling melancarkan serangan.
Pakistan berhasil menyerang pangkalan utama Angkatan Udara India, yang kemudian dibalas dengan serangan presisi oleh Angkatan Bersenjata India terhadap enam pangkalan udara Pakistan.
Baca juga: Perang Lumpuhkan Penerbangan, Turis India Luntang-Lantung di Bandara Menanti Kepastian
Kolonel Sophia Qureshi dari Angkatan Darat India melaporkan bahwa Pakistan berupaya menyerang 26 lokasi strategis, termasuk pangkalan udara dan pusat transportasi.
Serangan ini juga mencakup infrastruktur sipil, seperti pusat medis dan lokasi sekolah.
Respons India
Angkatan bersenjata India mengeklaim tetap menahan diri, hanya menanggapi target militer yang telah diidentifikasi.
Komandan Wing India, Vyomika Singh, menyatakan bahwa semua tindakan permusuhan telah ditangkal secara efektif.
Ia juga menuduh Pakistan menjalankan kampanye misinformasi.
Menteri Luar Negeri India, Vikram Misri, menekankan bahwa tindakan Pakistan adalah provokatif dan meningkatkan eskalasi, serta mengecam penembakan di Rajouri yang mengakibatkan korban jiwa.
Kedua belah pihak kini berada dalam kondisi siaga tinggi, dengan harapan bahwa diplomasi dapat membawa perdamaian di tengah ketegangan yang terus berlanjut.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Baca tanpa iklan