Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perang Rusia-Ukraina Makin Panas Jelang Perundingan Damai, Serangan Drone Terbesar Hantam Kereta

Menjelang perundingan damai di Turki, Rusia dan Ukraina saling meningkatkan serangan pada Minggu (1/6/2025).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Perang Rusia-Ukraina Makin Panas Jelang Perundingan Damai, Serangan Drone Terbesar Hantam Kereta
Dinas Keamanan Ukraina
PERANG MAKIN PANAS - Tangkapan layar dari video dugaan serangan yang dirilis oleh Badan Intelijen Ukraina (SBU) pada Minggu (1/6/2025). Perang antara Rusia dan Ukraina semakin memanas menjelang pembicaraan damai yang digelar di Istanbul, Turki pada Senin (2/6/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Rusia dan Ukraina saling balas serangan pada Minggu (1/6/2025) menjelang perundingan damai yang akan digelar di Istanbul, Turki.

Rusia dan Ukraina meningkatkan intensitas serangan dan menjadi pertempuran drone terbesar selama konflik mereka.

Akibatnya, sebuah jembatan di jalan raya Rusia meledak yang mengakibatkan salah satu kereta penumpang anjlok.

Sebanyak tujuh orang tewas dan 69 lainnya terluka ketika jembatan jalan raya di Bryansk, Rusia, yang berbatasan dengan Ukraina meledak, dikutip dari Reuters.

Kereta tersebut membawa 388 orang di dalamnya dan hingga saat ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Sementara itu, Ukraina mengaku telah menyerang pesawat pengebom jarak jauh Rusia yang membawa senjata nuklir di sebuah pangkalan militer di Siberia.

Badan intelijen domestik Ukraina (SBU) mengakui pihaknya melakukan serangan dengan nama sandi "Operasi Jaring Laba-laba" yang direncanakan lebih dari satu setengah tahun.

Rekomendasi Untuk Anda

"SBU pertama kali mengangkut drone FPV ke Rusia, dan kemudian, di wilayah Federasi Rusia, drone tersebut disembunyikan di bawah atap kabin kayu bergerak, yang sudah ditempatkan di truk," kata salah seorang sumber, dikutip dari Kyiv Independent.

"Pada saat yang tepat, atap kabin dibuka dari jarak jauh, dan pesawat tak berawak terbang untuk menyerang pesawat pengebom Rusia," lanjutnya.

Sumber tersebut mengatakan salah satu lapangan udara yang terkena serangan adalah pangkalan udara Belaya di Oblast Irkutsk Rusia, lebih dari 4.000 kilometer dari Ukraina.

Pangkalan udara Olenya di Oblast Murmansk Rusia, pangkalan udara Diaghilev di Oblast Ryazan, pangkalan udara Ivanovo di Oblast Ivanovo juga menjadi sasaran.

Baca juga: Rusia Terima Memorandum Ukraina untuk Negosiasi Damai di Turki Hari Ini, Apa Isinya?

"Saat ini, lebih dari 40 pesawat diketahui telah terkena serangan, termasuk A-50, Tu-95, dan Tu-22 M3," ungkap sumber itu.

SBU kemudian melaporkan bahwa operasi pesawat tak berawak tersebut menyebabkan kerugian sekitar $7 miliar dan melumpuhkan 34 persen pembawa rudal jelajah di pangkalan udara utama Rusia.

Badan tersebut mengatakan bahwa rincian lebih lanjut akan segera terungkap. Mereka juga berjanji untuk terus mengusir pasukan Rusia dari wilayah Ukraina.

"Kami akan menyerang mereka (Rusia) di laut, udara, dan darat. Dan jika diperlukan, kami akan menyerang mereka dari bawah tanah juga," kata SBU.

Video yang belum dikonfirmasi yang diunggah di media sosial menunjukkan drone FPV diluncurkan dari truk yang diparkir di dekat lapangan udara.

Gubernur Daerah Irkutsk, Igor Kobzev kemudian mengonfirmasi "serangan pesawat tanpa awak terhadap unit militer di desa Sredny" dan mengatakan "sumber" pesawat tanpa awak tersebut adalah sebuah "truk".

Sementara Gubernur Murmansk, Andrey Chibis kemudian mengonfirmasi bahwa "pesawat tak berawak musuh telah menyerang wilayah Murmansk" tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Kemudian pada Minggu, Kementerian Pertahanan Rusia mengakui apa yang digambarkannya sebagai "serangan teroris" terhadap empat pangkalan udara dan mengatakan "beberapa unit pesawat terbakar" di Murmansk dan Irkutsk.

Ukraina Akhirnya Ikut Berunding

Setelah berhari-hari tidak mendapatkan kepastian apakah ikut berunding di Turki atau tidak, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akhirnya bisa bernapas lega.

Bagaimana tidak, Ukraina akhirnya akan ikut menghadiri perundingan damai yang akan dilangsungkan di Istanbul, Turki pada Senin (2/6/2025) hari ini.

"Saya menguraikan posisi (Ukraina) menjelang pertemuan di Istanbul pada hari Senin," kata Zelensky, dikutip dari Al Arabiya.

Ia menambahkan bahwa delegasi Ukraina akan kembali dipimpin oleh Menteri Pertahanan Rustem Umerov.

Mengutip sebuah sumber, kantor berita milik pemerintah Rusia, RIA Novosti melaporkan pada hari Minggu bahwa delegasi Rusia telah berangkat ke Istanbul untuk putaran pembicaraan berikutnya dengan Ukraina pada hari Senin.

Baca juga: 500 Serangan Drone Kamikaze Setiap Hari, Cara Gila-gilaan Rusia Mengubah Medan Perang Ukraina

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sempat menelepon Zelensky menjelang perundingan damai tersebut.

Mengutip Anadolu, Erdogan mengatakan pembahasan kemungkinan gencatan senjata dalam putaran kedua perundingan Rusia-Ukraina akan membuka jalan bagi perdamaian.

Ia menyoroti pentingnya partisipasi dalam pembicaraan dengan delegasi tingkat tinggi untuk melanjutkan momentum yang dibangun untuk perdamaian.

Erdogan menyatakan kepuasannya bahwa pertukaran tahanan yang disepakati selama perundingan tersebut terealisasi dalam waktu singkat.

Turki, kata Erdogan, akan melanjutkan upayanya untuk memastikan perdamaian yang adil dan abadi antara Kyiv dan Moskow.

(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas