10 Jurusan Kuliah yang Sulit Mendapat Pekerjaan di AS
Berikut ini 10 jurusan perkuliahan yang sulit mencari pekerjaan, atau dengan kata lain, memiliki tingkat pengangguran yang tinggi.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Tingkat pengangguran: 6,7 persen
Pendapatan tahunan: USD 70.000 (Rp1,13 miliar)
7. Ilmu Komputer
Tingkat pengangguran: 6,1 persen
Pendapatan tahunan: USD 115.000 (Rp1,86 miliar)
8. Kimia
Tingkat pengangguran: 6,1 persen
Pendapatan tahunan: USD 90.000 (Rp1,46 miliar)
9. Sistem Informasi & Manajemen
Tingkat pengangguran: 5,6 persen
Pendapatan tahunan: USD 100.000 (Rp1,62 miliar)
10. Kebijakan Publik dan Hukum
Tingkat pengangguran: 5,5 persen
Pendapatan tahunan: USD 75.000 (Rp1,22 miliar)
10 Jurusan Terbaik untuk Mendapatkan Pekerjaan
Mengutip Newsweek, studi terbaru dari UTS Online menunjukkan jurusan kuliah terbaik untuk memperoleh pekerjaan setelah lulus, yaitu:
- Teknik Industri
- Jasa Konstruksi
- Teknisi Medis
- Ilmu Sosial Umum
- Keperawatan
- Pendidikan Umum
- Pendidikan Dasar
- Teknik Mesin
- Ilmu Hewan dan Tanaman
- Pendidikan Menengah
Teknik industri menempati posisi pertama dengan tingkat pengangguran terendah, hanya 0,2 persen.
Selain itu, hanya 16 persen lulusan yang menyatakan menyesali pilihan jurusan mereka.
Baca juga: 10 Pekerjaan yang Tidak Akan Digantikan oleh AI di Tahun 2025
“Jurusan dengan tingkat pengangguran rendah seperti teknik industri, jasa konstruksi, dan teknisi medis biasanya memiliki jalur karier yang jelas dan permintaan tinggi terhadap keahlian khusus,” ujar konsultan SDM, Bryan Driscoll, kepada Newsweek.
“Permintaan ini didorong oleh pentingnya peran mereka dalam infrastruktur dan layanan kesehatan—dua sektor yang terus tumbuh dan berinovasi.”
Jasa konstruksi dan teknisi medis berada di posisi kedua, dengan tingkat pengangguran masing-masing sebesar 0,4 persen.
Sementara itu, jurusan ilmu sosial umum memiliki tingkat pengangguran 0,6%, menempatkannya di posisi ketiga.
Meski demikian, sebanyak 29 persen lulusan menyesali pilihan jurusan tersebut.
Jurusan yang Paling Banyak Disesali
Masih mengutip Newsweek, gelar-gelar yang paling sering disesali berasal dari bidang seni dan humaniora.
Jurusan sejarah seni mencatat tingkat pengangguran tertinggi sebesar 8 persen, dengan 25 persen lulusan menyatakan menyesal memilih jurusan tersebut.