Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Long March ke Gaza Tertahan di Libya dan Mesir, MUI Minta Indonesia Dorong Blokade Israel Dibuka 

Indonesia dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk berperan aktif dalam mendorong dibukanya blokade Gaza oleh Israel. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Long March ke Gaza Tertahan di Libya dan Mesir, MUI Minta Indonesia Dorong Blokade Israel Dibuka 
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampaow
BUKA BLOKADE - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim. Ia menilai Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk berperan aktif dalam mendorong dibukanya blokade Gaza oleh Israel.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk berperan aktif dalam mendorong dibukanya blokade Gaza oleh Israel. 

Salah satu jalurnya adalah dengan memfasilitasi dan memediasi aksi long march ke Gaza yang saat ini tertahan di perbatasan Mesir dan Libya.

"Langkah yang bagus jika Indonesia bisa menjadi negara yang memediasi dan sekaligus mendorong agar blokade Israel dibuka segera. Dan kesempatan untuk melakukan langkah ini sudah terbuka yaitu long march ke Gaza ini," kata Sudarnoto dalam pernyataan tertulisnya, Senin (16/6/2025).

Dirinya menilai aksi long march ini sebagai bentuk perlawanan masyarakat sipil internasional terhadap kebijakan blokade yang tidak manusiawi.

Hal ini serta sebagai wujud keberanian moral untuk menembus batas politik kekuasaan yang telah menyengsarakan rakyat Palestina.

"Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh peserta long march yang telah dengan teguh dan berani berusaha membuka blockade Israel ini," ucapnya. 

"Untuk itu, semua pihak yang berpandangan Israel adalah penghancur kemanusiaan dan perusak kedaulatan seharusnya memberikan dukungan terhadap gerakan long march ini," tambahnya. 

Rekomendasi Untuk Anda

Sudarnoto juga menyoroti hambatan yang dihadapi para peserta long march.

Pemerintah Mesir dan Libya yang menahan perjalanan mereka bahkan mendeportasi peserta non-Mesir. 

Dirinya menyatakan bahwa otoritas kedua negara tentu memiliki kewenangan atas wilayahnya masing-masing, namun mengingat krisis kemanusiaan yang terjadi, ia mendorong agar mereka memberi kemudahan.

"Akan tetapi, hemat saya, mengingat kedaruratan atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza sebaiknya baik Mesir maupun Libya memberikan pelayanan dan sekaligus kemudahan agar long march ini bisa diberlangsungkan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya peran Indonesia dalam merespons isu ini di tingkat diplomatik.

"Feeling saya Israel berkepentingan sekali untuk mempengaruhi atau bahkan menekan Mesir dan Libya agar menghentikan long march,” pungkas Sudarnoto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas