Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo Kecam Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia mengecam eskalasi konflik global khususnya di Timur Tengah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Prabowo Kecam Eskalasi Konflik di Timur Tengah
Tribunnews.com/HO/Tim Media Presiden
PRABOWO KECAM ESKALASI - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (tengah) diapit Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi (kiri) dan Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan), dalam forum ekonomi bentukan Rusia, St Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025, di St Petersburg, Rusia, Jumat (30/6/2025). Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia mengecam eskalasi konflik global khususnya di Timur Tengah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia mengecam eskalasi konflik global khususnya di Timur Tengah.

Presiden berharap eskalasi menurun dan terciptanya perdamaian. Hal itu disampaikan Presiden pada St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di Rusia, pada Jumat, (20/6/2025).

"Berharap penyelesaian damai segera terwujud," kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan bahwa Indonesia ingin menjalin kerjasama dengan semua negara, termasuk Rusia.
Presiden menantikan partisipasi Rusia dalam ekonomi Indonesia.

"Indonesia ingin menjadi mitra yang baik dan kuat," katanya.

Presiden mengatakan, pertumbuhan ekonomi semester pertama Indonesia sudah melebihi 5  persen dan diperkirakan bisa mencapai hampir 7 % akhir tahun ini.

Indonesia juga menargetkan dalam empat tahun terwujudnya swasembada pangan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Menjadi pengekspor beras dan jagung," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia telah membentuk Badan Pengelola Investasi Danantara.

Lembaga tersebut memiliki aset US$ 1 triliun dan anggaran investasi US$ 18 miliar tahun.

Baca juga: Kehadiran Negara Langkah Mutlak Pemerintahan Prabowo Subianto di Era Perang Global

"Ini terbuka untuk kerjasama strategi sama sekali bukan mencari bantuan atau sumbangan, melainkan ingin berkolaborasi sejati untuk kemakmuran bersama," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas