Puncak KTT NATO, Presiden Turki Erdogan Serukan Gencatan Senjata Permanen Iran-Israel
Presiden Turki Erdogan menyerukan gencatan senjata permanen antara Iran-Israel yang dapat menstabilkan kawasan Timur Tengah usai perang selama 12 hari
Penulis:
David AdiAdi
Editor:
Endra Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyerukan gencatan senjata permanen antara Iran dan Israel.
Pernyataan Erdogan disampaikan kepada para pemimpin negara yang hadir di puncak acara KTT NATO di Den Haag, Belanda, pada Rabu (25/6/2025).
Dihadapan para pemimpin negara itu, ia ingin situasi di kawasan Timur Tengah kembali stabil, terlebih perang Iran-israel dapat menimbulkan berbagai dampak bagi dunia.
“Saya menyambut baik gencatan senjata antara Israel dan Iran. Semoga ini menjadi langkah baik untuk ke depannya,” kata Erdogan, dikutip dari Reuters, Kamis (26/6/2025).
Erdogan juga menyinggung masalah antara Teheran dan Washington hanya dapat diselesaikan melalui diplomasi, seraya menambahkan bahwa setiap orang harus berkontribusi untuk mencapai perdamaian abadi di Timur Tengah.
Baca juga: Presiden Mesir Tekankan Konsolidasi usai Gencatan Senjata Iran-Israel
“Kami berharap semua dapat mematuhi kebijakan itu,” ujarnya.
Gencatan Senjata di Gaza
Selain membahas mengenai gencatan senjata Iran-Israel, Erdogan pun juga menyinggung soal perang di Gaza.
“Saya berharap gencatan senjata permanen juga terjadi di Gaza,” jelas Erdogan.
Sebagaimana diketahui, Turki sangat kritis terhadap Israel dan serangannya terhadap militan Hamas Palestina di Gaza, yang telah menghancurkan bangunan dan membuat para warganya mengungsi.
Kepada para pemimpin negara di pertemuan KTT NATO, Erdogan lantas menyampaikan harapannya terkait gencatan senjata permanen di Gaza.
Baca juga: Dianggap Langgar Perjanjian Internasional, Iran Desak Penangguhan Keanggotaan AS dan Israel di FATF
“Krisis kemanusiaan di Gaza terus berlanjut, dan bahwa gencatan senjata yang langgeng juga sangat dibutuhkan di sana," kata Erdogan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Ia mengulangi seruan itu kepada Kanselir Jerman Friedrich Merz, seraya menambahkan bahwa solusi perlu ditemukan untuk krisis kemanusiaan di Gaza.
Kemudian, Erdogan juga mengatakan kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bahwa: "Ketegangan ini tidak boleh membuat krisis kemanusiaan di Gaza, yang telah mencapai tingkat bencana terlupakan," pungkasnya.
(Tribunnews.com/David Adi)