Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo Tegaskan Komitmen Multilateralisme di Forum BRICS, Tolak Perang dan Standar Ganda

Dalam pidatonya Prabowo menolak segala bentuk perang dan mengecam praktik standar ganda dalam hubungan internasional.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Igman Ibrahim
zoom-in Prabowo Tegaskan Komitmen Multilateralisme di Forum BRICS, Tolak Perang dan Standar Ganda
/BPMI Setpres/Muchlis Jr
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang digelar di Museum Seni Modern, Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). Dalam sesi bertema ?Peace and Security and the Reform of Global Governance? ini, Prabowo tampak duduk berdampingan dengan para kepala negara dan pemerintahan anggota BRICS. Termasuk, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva yang memimpin jalannya diskusi. (BPMI Setpres/Laily Rachev) 

TRIBUNNEWS.COM, RIO DE JANEIRO – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan sikap Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia melalui penguatan multilateralisme dan penegakan hukum internasional.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025) waktu setempat.

Baca juga: Presiden Brasil Beri Sambutan Khusus untuk Prabowo di Debut KTT BRICS

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mendampingi Presiden mengatakan, dalam pidatonya Prabowo menolak segala bentuk perang dan mengecam praktik standar ganda dalam hubungan internasional.

“Bapak Presiden menyampaikan komitmen Indonesia untuk mendukung perdamaian dunia melalui multilateralism dan juga menghormati hukum internasional,” ujar Airlangga saat ditemui usai KTT BRICS 2025 hari pertama.

“Bapak Presiden juga menegaskan menolak perang dan juga penggunaan standar ganda,” lanjutnya.

Sikap tersebut disampaikan Prabowo dalam sesi pleno yang bertemakan Strengthening Global Cooperation for More Inclusive and Sustainable Governance.

Kata Airlangga, Prabowo juga mendorong agar BRICS menjadi kekuatan yang mendorong reformasi tata kelola global yang lebih adil. Khususnya dalam memastikan keterwakilan negara-negara berkembang di forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca juga: Pertama Kali Tampil di BRICS, Prabowo Disambut Langsung Presiden Brasil Lula

Rekomendasi Untuk Anda

“Bapak Presiden sejalan dengan hampir seluruh peserta, mendorong reformasi multilateralisme dan keterwakilan Global South dalam tata kelola global, khususnya dalam institusi seperti PBB,” pungkasnya.

KTT BRICS 2025 kali ini merupakan yang pertama kali dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo sejak Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS pada Januari 2025. 

Pertemuan tersebut dihadiri 10 negara anggota, yakni Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Indonesia, Iran, dan Uni Emirat Arab.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas