Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gempa Dahsyat 7,4 SR Guncang Rusia dan Hawai, Peringatan Dini Tsunami Dicabut

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 guncang lepas pantai timur Rusia hingga memicu peringatan tsunami di wilayah sekitar, Minggu (20/7/2025)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Gempa Dahsyat 7,4 SR Guncang Rusia dan Hawai, Peringatan Dini Tsunami Dicabut
Tangkapan layar Pixabay
ILUSTRASI GEMPA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang lepas pantai timur Rusia hingga memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah sekitar, Minggu (20/7/2025). Adapun gempa dahsyat tersebut berpusat di lepas pantai di lepas pantai timur semenanjung Kamchatka, Rusia Timur. 

TRIBUNNEWS.COM - Serangkaian gempa bumi berkekuatan besar mengguncang lepas pantai timur Rusia hingga memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah sekitar, pada Minggu (21/7/2025).

Melansir dari laporan Survei Geologi AS (USGS) dan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) yang dikutip APNews, gempa dahsyat tersebut berpusat di lepas pantai di lepas pantai timur semenanjung Kamchatka, Rusia Timur.

Tepatnya pada kedalaman 20 kilometer dan berlokasi sekitar 144 kilometer di sebelah timur kota Petropavlovsk-Kamchatsky, kota berpenduduk sekitar 180.000 jiwa.

Pascagempa dahsyat terjadi, sejumlah gempa susulan dan pra-gempa juga terdeteksi dengan kekuatan signifikan, termasuk satu gempa dengan kekuatan 6,7 magnitudo.

Meskipun demikian, tidak ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat gempa, namun Kementerian Darurat Rusia sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami.

USGS memperkirakan gelombang tsunami itu bisa mencapai tinggi antara 30 sentimeter hingga satu meter di wilayah pesisir Rusia.

Gelombang tsunami setinggi hingga 60 sentimeter diprediksi bakal  menyapu Kepulauan Komandor di bagian barat daya Laut Bering.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian gelombang setinggi 15 hingga 40 sentimeter diperkirakan menghantam wilayah Semenanjung Kamchatka.

Sementara di Jepang dan negara bagian Hawaii, Amerika Serikat, tinggi gelombang diproyeksi bakal dihantam gelombang kurang dari 30 sentimeter.

Oleh karenanya USGS mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk menjauh dari pantai sebagai langkah pencegahan.

Baca juga: Air Laut di Rasberry Island Alaska Mendadak Surut Usai Gempa 7,3, Peringatan Tsunami Muncul

Peringatan Tsunami Dicabut

Setelah pemantauan lebih lanjut terhadap pergerakan permukaan laut dan analisis data seismik, peringatan tersebut diturunkan.

Pusat Peringatan Tsunami kemudian memastikan bahwa tidak ada lagi ancaman gelombang tsunami di wilayah Semenanjung Kamchatka, Rusia, setelah serangkaian lima gempa kuat mengguncang kawasan tersebut.

“Tidak ada lagi bahaya tsunami di wilayah tersebut,” tegas PTWC.

Adapun saat wilayah Kamchatka telah stabil, dan warga mulai kembali beraktivitas normal, meski otoritas masih mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai informasi wilayah Semenanjung Kamchatka di Rusia merupakan salah satu zona paling aktif secara seismik di dunia karena terletak di pertemuan lempeng tektonik utama, yakni Lempeng Pasifik dan Lempeng Okhotsk (bagian dari Lempeng Eurasia).

Pertemuan ini membentuk zona subduksi Kuril-Kamchatka, di mana Lempeng Pasifik bergerak dan menyelusup ke bawah Lempeng Okhotsk.

Proses ini menyebabkan akumulasi tekanan geologis yang luar biasa besar di dalam kerak bumi. Saat tekanan itu melepaskan diri, terjadilah gempa bumi, baik yang dangkal maupun dalam, sering kali dengan magnitudo besar.

Alasan tersebut yang membuat Kamchatka mencatat gempa-gempa besar seperti pada 4 November 1952 dimana saat itu gempa mencapai magnitudo 9,0, yang menyebabkan gelombang tsunami hingga setinggi 9 meter di Hawaii.

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menjadi salah satu gempa paling kuat yang tercatat dalam sejarah seismik di Pasifik Utara.

Karena faktor-faktor geologi inilah, Kamchatka termasuk dalam kategori zona merah dalam peta risiko gempa global, menegaskan bahwa wilayah tersebut menyimpan potensi besar untuk gempa berkekuatan destruktif.

 (Tribunnews.com/Namira)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas