Banjir dan Longsor Landa Korsel, 18 Orang Tewas dan 9 Hilang
Ribuan penduduk dievakuasi dari tempat tinggal mereka di Kota Sancheong yang terendam banjir.
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Delapan belas orang tewas dan sembilan lainnya masih hilang setelah hujan lebat dan tanah longsor yang melanda Korea Selatan (Korsel).
Ribuan penduduk dievakuasi di Kota Sancheong yang terendam banjir.
Dikutip dari Yonhap News, Senin (21/7/2025), korban jiwa termasuk 10 orang tewas di daerah selatan Sancheong, dua orang di daerah utara Gapyeong dan dua orang di kota barat Seosan.
Empat orang hilang dilaporkan di Sancheong, sementara empat lainnya dilaporkan di Gapyeong.
Lebih dari 14.000 orang telah mengungsi di 15 kota besar dan provinsi sejak hujan lebat mulai turun Rabu (16/7/2025) lalu.
Kerusakan properti meluas.
1.999 fasilitas umum dan 2.238 fasilitas swasta rusak.
Badan Meteorologi Korea Selatan (KMA) sejumlah wilayah di Provinsi Chungcheong Selatan mengalami hujan lebat yang jarang terjadi.
Wilayah Seosan di bagian barat provinsi tersebut menjadi lokasi terparah, intensitas curah hujan mencapai 114,9 milimeter per jam.
"Ini adalah tingkat yang biasanya hanya terlihat sekali dalam 100 tahun," kata seorang pejabat KMA kepada AFP.
Korsel termasuk negara maju di Asia Timur.
Di negara ini dikenal 4 musim yakni musim dingin, semi, panas, dan gugur.
Di Bulan Juli biasanya adalah musim panas namun sebuah anomali hujan deras turun di musim ini.
Korsel memiliki iklim yang sangat kontras antara musim panas dan musim dingin, serta curah hujan tinggi di musim panas.
Agustus 2022 lalu banjir juga melanda Seoul, Ibu Kota Korsel, yang menewaskan 11 orang.
Baca tanpa iklan