Trump Usulkan Stephen Miran Jadi Penasihat Ekonomi Dewan Gubernur The Fed
Trump mencalonkan loyalisnya, Stephen Miran, untuk kursi Dewan Gubernur The Fed, menggantikan Adriana Kugler yang mundur lebih awal.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mencalonkan Stephen Miran, Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih, sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed.
The Fed -singkatan dari Federal Reserve System- adalah bank sentral Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1913.
Didirikan sebagai respons terhadap krisis keuangan, The Fed bertujuan menciptakan sistem moneter yang stabil, aman, dan fleksibel bagi perekonomian AS
Jabatan Dewan Gubernur The Fed mengalami kekosongan seteleh Gubernur The Fed, Adriana Kugler meninggalkan posisi tersebut.
Adriana Kugler, pejabat yang ditunjuk Presiden AS sebelumnya, Joe Biden akan kembali menjadi profesor di Universitas Georgetown.
Pengumuman tentang penunjukan Stephen Miran disampaikan Donald Trump pada Kamis (7/8/2025) melalui Truth Social.
Trump mengatakan Miran akan menjabat hingga 31 Januari 2026, sambil menunggu persetujuan Senat.
Stephen Miran dikenal kritis terhadap kebijakan moneter The Fed, pro terhadap aset kripto, dan mendukung tarif tinggi serta deregulasi sektor keuangan.
Miran sebelumnya juga menjadi penasihat ekonomi di Departemen Keuangan pada masa pemerintahan Trump periode pertama. Ia dikenal mendukung reformasi besar-besaran terhadap tata kelola The Fed.
Penunjukan 'orang dekat' Trump itu menandai potensi perubahan arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat.
Trump selama ini dikenal sebagai tokoh kontroversial dengan gaya kepemimpinan yang tegas, populis, dan sering kali mengguncang kebijakan global.
Gagasannya mencakup memendekkan masa jabatan anggota dewan, menempatkan mereka di bawah kendali penuh presiden, mengakhiri "pintu putar"antara cabang eksekutif dan Fed, serta menasionalisasi 12 bank regional Fed.
Baca juga: Tarif Trump yang Semena-mena Bikin Toyota Merugi 3 Miliar Dolar AS di Kuartal II 2025
Menurut Al Jazeera, penunjukan Stephen Miran menjadi kesempatan pertama Presiden ke-47 AS itu untuk memperluas pengaruhnya atas The Fed, lembaga yang selama ini mempertahankan independensinya.
Trump kerap mengkritik Ketua The Fed, Jerome Powell karena enggan memangkas suku bunga jangka pendek, yang menjadi salah satu sumber ketegangan antara Gedung Putih dan bank sentral.
Powell dikenal sebagai pemimpin yang pragmatis dan responsif terhadap data ekonomi.
Ia telah mengambil berbagai kebijakan moneter penting, termasuk menaikkan dan menurunkan suku bunga untuk menjaga stabilitas ekonomi AS.
Sementara Stephen Miran Miran adalah pendukung kebijakan tarif dan pemotongan pajak Trump. Ia menepis kekhawatiran bahwa tarif akan memicu inflasi.
Ia juga menilai dolar AS terlalu kuat, yang menurutnya menyulitkan perdagangan Amerika di pasar global.
The Washington Post pun melaporkan, Gedung Putih tetap mencari kandidat jangka panjang untuk kursi Gubernur The Fed yang masa jabatannya dimulai 1 Februari 2026 dan berlaku selama 14 tahun.
Demokrat Kritik Penunjukkan Miran
Pencalonan Stephen Miran Miran rupanya menuai kritik dari kubu Demokrat.
Senator Elizabeth Warren, anggota senior Komite Perbankan Senat, menyebut Miran “loyalis Trump” dan “arsitek utama kebijakan tarif yang merugikan rakyat Amerika”.
Warren berjanji akan mengajukan pertanyaan ketat dalam proses uji kelayakan di Senat.
Proses konfirmasi di Senat mencakup sidang di hadapan Komite Perbankan, pemungutan suara di panel tersebut, lalu pemungutan suara di sidang paripurna.
Baca juga: Kena Tarif Impor Trump 50 Persen, Presiden Brasil Da Silva Langsung Telepon PM India
Senat sendiri sedang reses hingga 2 September. Reses adalah kegiatan anggota dewan di luar masa sidang untuk bertemu dan menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.
Reses merupakan bagian dari tugas senator untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Hanya ada empat pertemuan kebijakan Fed tersisa sebelum masa jabatan sementara Miran berakhir, termasuk pertemuan 16–17 September.
Financial Times mencatat bahwa Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25–4,5 persen pada pertemuan Juli lalu, dengan Powell menyebut kekhawatiran inflasi dan potensi dampak tarif Trump sebagai alasan.
Trump masih mempertimbangkan beberapa nama untuk posisi Ketua Fed permanen, termasuk Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett, mantan Gubernur Fed Kevin Warsh, dan Gubernur Fed saat ini Christopher Waller.
Jika Miran lolos konfirmasi, penunjukan ini dapat memberi Trump jalur lebih langsung untuk mendorong kebijakan moneter longgar — meski di sisi lain, pasar dan pengamat akan menguji sejauh mana independensi The Fed bisa bertahan di bawah pengaruh politik Gedung Putih.
(Tribunnews.com/ Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.