Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Produsen Bahan Peledak Rusia Gunakan Perantara Tiongkok untuk Dapatkan Peralatan Siemens

Produsen bahan peledak Rusia diduga menghindari sanksi Barat dengan membeli peralatan Siemens lewat perantara Tiongkok.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Produsen Bahan Peledak Rusia Gunakan Perantara Tiongkok untuk Dapatkan Peralatan Siemens
Kolase Tribunnews.com/X/@Siemens
LOGO SIEMENS - Gambar merupakan logo Siemens yang diambil dari X/@Siemens, Sabtu (9/8/2025). Rusia diduga menghindari sanksi internasional dengan membeli peralatan buatan Siemens Jerman melalui perantara yang mengimpor teknologi dari Tiongkok. 

TRIBUNNEWS.COM - Rusia diduga menghindari sanksi internasional dengan membeli peralatan buatan Siemens Jerman melalui perantara yang mengimpor teknologi dari Tiongkok.

Sanksi internasional yang dimaksud merujuk pada larangan ekspor dan pembatasan perdagangan yang diberlakukan oleh negara-negara Barat terhadap Rusia, khususnya sejak invasi ke Ukraina pada 2022.

Invasi ke Ukraina pada 2022, tepatnya 24 Februari, adalah peristiwa ketika Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Ukraina yang masih berlanjut sampai hari ini.

Siemens Jerman adalah sebuah konglomerat multinasional yang berkantor pusat di Munich, Jerman.

Siemens merupakan perusahaan manufaktur industri terbesar di Eropa.

Didirikan pada 1 Oktober 1847 oleh Werner von Siemens dan Johann Georg Halske, Siemens memulai bisnisnya dengan membangun sistem telegraf.

Seiring waktu, perusahaan ini berkembang menjadi pemimpin global dalam berbagai sektor teknologi, termasuk otomasi industri, pembangkitan listrik, teknologi medis, kendaraan rel, dan perangkat lunak industri.

Rekomendasi Untuk Anda

Siemens memiliki divisi-divisi utama seperti Siemens Healthineers (teknologi medis), Siemens Mobility (transportasi), dan Digital Industries.

Perusahaan ini mempekerjakan ratusan ribu orang di seluruh dunia dan mencatatkan pendapatan puluhan miliar euro setiap tahunnya

Reuters melaporkan, berdasarkan data bea cukai dan catatan pengadaan negara, peralatan tersebut digunakan untuk memperluas Pabrik Oleum Biysk (BOZ) di Siberia selatan.

BOZ merupakan produsen bahan peledak TNT dan HMX, serta terdaftar sebagai pemasok Kementerian Pertahanan Rusia.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1263: Trump dan Putin Akan Bertemu di Alaska Bahas Pertukaran Wilayah

Perusahaan induknya, YM Sverdlov Plant, adalah perusahaan milik negara yang telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.

YM Sverdlov Plant berkantor pusat di kota Dzerzhinsk, wilayah Nizhny Novgorod, Rusia.

Alamat lengkapnya adalah Prospekt Sverdlova No 4, Dzerzhinsk, Nizhny Novgorod Region, 606002, Rusia.

Pabrik ini merupakan salah satu produsen bahan peledak terbesar di Rusia dan memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada 1916.

YM Sverdlov Plant dikenal sebagai satu-satunya produsen HMX dan RDX di Rusia, dua jenis bahan peledak berkekuatan tinggi yang digunakan dalam aplikasi militer.

BOZ memperoleh peralatan Siemens melalui perusahaan perantara Rusia bernama Techpribor.

Techpribor menandatangani kontrak dengan BOZ pada Oktober 2022 dan sebelum batas waktu pengiriman, menerima sejumlah peralatan dari pemasok Tiongkok, Huizhou Funn Tek.

Huizhou Funn Tek Co., Limited berkantor pusat di Kota Huizhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok.

Perusahaan ini dikenal sebagai penyedia komponen otomasi industri, termasuk produk Siemens, dan beroperasi sebagai pedagang grosir yang melayani pasar internasional.

Peralatan Siemens yang dikirim digunakan untuk mengotomatisasi mesin produksi di fasilitas BOZ.

Meski memiliki aplikasi sipil, bahan peledak yang diproduksi BOZ juga digunakan untuk memenuhi pesanan pertahanan Rusia.

Reuters menyatakan tidak menemukan bukti bahwa Siemens secara sadar memasok peralatan ke BOZ.

Akui Patuhi Sanksi Internasional

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1263: Trump dan Putin Akan Bertemu di Alaska Bahas Pertukaran Wilayah

Juru bicara Siemens menegaskan perusahaan mematuhi sanksi internasional secara ketat dan menuntut hal yang sama dari pelanggannya.

Beberapa barang dapat mencapai Rusia tanpa sepengetahuan perusahaan.

Siemens menyatakan akan melaporkan pelanggaran sanksi apa pun kepada pihak berwenang.

Pasokan peralatan Siemens dari Tiongkok ke Rusia mengungkap celah dalam regulasi sanksi internasional.

Celah ini memungkinkan Moskow tetap memperoleh teknologi penting untuk mendukung produksi militer, termasuk dalam perang di Ukraina.

Konrad Muzyka, direktur konsultan militer Rochan yang berbasis di Polandia, menyebut bahwa pengiriman mesin buatan Barat membantu Rusia memperpanjang konflik.

"Tanpa mereka, kapasitas Rusia untuk mempertahankan atau meningkatkan upaya perangnya akan lebih memakan waktu, mahal, dan membebani pasar tenaga kerja," ujarnya.

Sebagai respons atas pelanggaran tersebut, Uni Eropa pada Desember 2024, mulai memberlakukan sanksi penuh terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok yang memasok komponen ke sektor pertahanan Rusia.

Pada 18 Juli 2025, daftar sanksi diperluas dengan memasukkan tujuh perusahaan tambahan dari Tiongkok dan Hong Kong.

The Gaze melaporkan, praktik penggunaan perantara Tiongkok oleh Rusia menjadi perhatian serius bagi negara-negara Barat yang berupaya menekan kemampuan militer Moskow.

(Tribunnews.com/ Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas