600 Tenaga Kerja Indonesia Siap Bekerja di Miyagi Jepang, Job Matching Digelar di Sendai
Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Prefektur Miyagi ini diikuti oleh sekitar 70 organisasi dan perusahaan Jepang
Editor:
Eko Sutriyanto
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di Prefektur Miyagi, Jepang, diperkirakan sekitar 600 sumber daya manusia (SDM) asal Indonesia akan segera bekerja di wilayah tersebut.
Upaya perekrutan dilakukan melalui acara Job Matching yang baru saja digelar di Distrik Miyapino, Kota Sendai, Rabu (20/8/2025).
Acara tersebut mempertemukan langsung perusahaan Jepang dengan para SDM Indonesia yang sudah berada di Prefektur Miyagi dan siap ditempatkan di berbagai sektor pekerjaan.
Gubernur Miyagi dan Pejabat Indonesia Hadir
Job Matching ini turut disaksikan oleh Gubernur Miyagi Murai Yoshihiro, yang telah menjabat sejak 2005 dan kini memasuki periode kelima, bersama Menteri P2MI Abdul Kadir Karding serta Plt Dubes RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung.
“Kami ingin menyambut orang asing dari luar negeri sebagai keluarga, dan semoga mereka dapat bekerja di prefektur ini dengan baik,” ujar Gubernur Murai Yoshihiro dalam sambutannya.
Baca juga: Diduga Lakukan Pekerjaan Ilegal, Wanita Indonesia di Jepang Ditangkap Polisi
Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Prefektur Miyagi ini diikuti oleh sekitar 70 organisasi dan perusahaan Jepang, termasuk lembaga pengirim tenaga kerja asal Indonesia yang berperan sebagai jembatan antara kebutuhan perusahaan dengan ketersediaan tenaga kerja.
Tak kurang dari 120 perwakilan perusahaan di sektor perawatan dan kesejahteraan hadir untuk memastikan prosedur penerimaan SDM dari Indonesia berjalan sesuai regulasi.
Perusahaan Jepang Antusias Rekrut SDM Indonesia
Beberapa pengusaha Jepang menilai bahwa pekerja Indonesia dapat menjadi solusi bagi masalah kekurangan tenaga kerja lokal.
“Dengan berkurangnya jumlah tenaga kerja Jepang, saya pikir akan lebih baik fokus merekrut orang Indonesia,” ungkap Inoue, seorang pengusaha Jepang.
Hal senada disampaikan Oshima, pengusaha di bidang manufaktur makanan Jepang.
“Jika prefektur mendukung perusahaan dan serikat pekerja, kami bisa menciptakan hubungan baik sekaligus menarik SDM yang berkualitas.”
Target Rekrutmen 600 Tenaga Kerja
Menurut keterangan resmi Prefektur Miyagi, sekitar 600 tenaga kerja Indonesia diperkirakan akan direkrut melalui acara Job Matching ini untuk ditempatkan di berbagai sektor industri.
Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja di Jepang, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi pekerja migran Indonesia untuk berkarier di luar negeri.
Diskusi tenaga kerja Indonesia di Jepang dilakukan kelompok Pencinta Jepang gabung gratis. Kirimkan email dengan nama alamat dan nomor whatsapp ke tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan