Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Israel Targetkan Pembunuhan Presiden Iran, Bunker 30 Meter di Bawah Gunung Pun Terlacak

Pertemuan pejabat Iran tersebut diadakan di sebuah bunker yang terletak 30 meter di bawah kaki gunung di sebelah barat Teheran.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Israel Targetkan Pembunuhan Presiden Iran, Bunker 30 Meter di Bawah Gunung Pun Terlacak
Tangkapan layar tayangan Al-Jazeera
PRESIDEN IRAN - Tangkapan layar tayangan Al-Jazeera, Rabu (23/7/2025) memperlihatkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian (kanan) berbicara dalam wawancara dengan Al-Jazeera yang ditayangkan pada Rabu, 23 Juli 2025. 

Israel Targetkan Pembunuhan Presiden Iran, Bunker 30 Meter di Bawah Gunung Pun Terlacak

TRIBUNNEWS.COM - Selama perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni 2025 silam, sebuah laporan New York Times mengungkapkan kalau intelijen Israel mampu melacak dan menargetkan para pemimpin politik dan militer senior Iran.

Pelacakan dan penargetan ini dengan mengeksploitasi kerentanan keamanan krusial: telepon seluler pengawal dan para sopir pribadi mereka.

Baca juga: Israel dan Iran Jauh dari Kata Damai, Perang Bayangan Sengit Intelijen hingga Serangan Siber

Bahkan, Israel dilaporkan mampu melacak keberadaan Presiden Masoud Pezeshkian dalam sebuah pertemuan rahasia dengan sejumlah petinggi pemerintahan dan militer Iran saat itu.

"Pada tanggal 16 Juni, taktik pengawasan ini digunakan untuk menentukan lokasi pertemuan rahasia Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, yang melibatkan Presiden Masoud Pezeshkian," tulis laporan tersebut dilansir RNTV, Minggu (31/8/2025).

Pertemuan tersebut diadakan di sebuah bunker yang terletak 30 meter di bawah kaki gunung di sebelah barat Teheran.

Meskipun para pejabat tinggi Iran telah diinstruksikan untuk tidak membawa ponsel, para penjaga keamanan mereka dilaporkan justru melanggar perintah ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Mantan wakil presiden bidang strategi di pemerintahan Iran, Sasan Karimi, dikutip oleh Times mengatakan, "Kami tahu pejabat senior dan komandan tidak membawa ponsel, tetapi lawan bicara, petugas keamanan, dan pengemudi mereka memiliki ponsel; mereka tidak mengambil tindakan pencegahan dengan serius dan beginilah cara sebagian besar dari mereka dilacak".

Seorang pejabat pertahanan Israel secara terbuka mengakui kerentanan ini, dengan menyatakan, "Menggunakan begitu banyak pengawal adalah kelemahan yang kami kenakan pada mereka, dan kami mampu memanfaatkannya".

NUKLIR IRAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dia menegaskan hak Iran untuk menjalankan program nuklir untuk kepentingan sipil tidak dapat dirampas oleh perang ataupun ancaman.
NUKLIR IRAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dia menegaskan hak Iran untuk menjalankan program nuklir untuk kepentingan sipil tidak dapat dirampas oleh perang ataupun ancaman. (Azerbaycan24)

Sering Update di Medsos

Kecerobohan tersebut diperparah oleh kebiasaan para penjaga dalam mengunggah pembaruan tentang aktivitas mereka di media sosial, yang memberikan Israel intelijen tambahan.

Dengan menggunakan intelijen dari perangkat penjaga, jet 'Israel' menjatuhkan enam bom di pintu masuk dan keluar bunker dalam upaya untuk memblokir rute pelarian.

Meskipun beberapa penjaga tewas, tidak ada pejabat tinggi Iran yang tewas dalam serangan itu.

Presiden Pezeshkian terluka di kaki tetapi selamat.

Seorang pejabat Iran kemudian membagikan kisah dramatis Pezeshkian tentang serangan itu: "Hanya ada satu lubang, dan kami melihat ada udara yang masuk dan kami berkata, kami tidak akan mati lemas. Hidup bergantung pada satu detik."

Setelah serangan itu, otoritas Iran memerintahkan petugas keamanan untuk berhenti menggunakan telepon seluler dan sebagai gantinya hanya membawa walkie-talkie.

"Aksi ini secara implisit membuktikan kalau Iran mengakui kelemahan keamanan digital mereka," tulis ulasan RNTV.

Panglima baru Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigjen Ahmad Vahidi, secara terbuka menyatakan bahwa "Musuh memperoleh sebagian besar intelijennya melalui teknologi, satelit, dan data elektronik."

 

 

(oln/rntv/*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas