Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Israel dan Lebanon Bertemu di AS Bahas Peluang Perdamaian

Israel dan Lebanon resmi menggelar pembicaraan di AS. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendorong Israel dan Lebanon untuk memanfaatkan…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Israel dan Lebanon Bertemu di AS Bahas Peluang Perdamaian
Deutsche Welle
Israel dan Lebanon Bertemu di AS Bahas Peluang Perdamaian 

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyebut pertemuan Israeldan Lebanon sebagai "kesempatan bersejarah” untuk perdamaian, ketika para duta besar kedua negara untuk Amerika Serikat bertemu dalam pembicaraan diplomatik tatap muka pertama sejak tahun 1993.

"Harapan hari ini adalah agar kita dapat merumuskan kerangka kerja yang dapat menjadi landasan bagi terciptanya perdamaian yang aktual dan langgeng,” kata Rubio.

AS mendesak sekutunya, Israel, untuk mengakhiri operasi militer terhadap militan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon selatan. Tujuannya agar Israel dapat memusatkan perhatian untuk mengakhiri perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Presiden Lebanon Joseph Aoun pada hari Selasa (14/04) menyampaikan harapannya bahwa pembicaraan ini akan “menandai awal dari berakhirnya penderitaan rakyat Lebanon.”

Sejak konflik dimulai, ribuan warga Lebanon telah tewas, ribuan lainnya terluka, dan lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi. Banyak perdebatan muncul mengenai apakah Lebanon seharusnya ikut serta dalam gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Sementara itu, Hizbullah menolak semua kesempatan berdialog dengan Israel dan dilaporkan meningkatkan serangan saat berlangsungnya pembicaraan antara Lebanon dan Israel di AS.

Israel dan Lebanon lawan Hizbullah

Dalam pernyataan kepada wartawan usai pembicaraan antara Israel dan Lebanon pada Selasa (14/04), Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter mengatakan, "kami berada di pihak yang sama dalam persoalan ini dan itu merupakan hal paling positif yang bisa kami dapatkan.”

Rekomendasi Untuk Anda

Leiter juga menegaskan kedua belah pihak ingin melihat kehancuran Hizbullah, kelompok militan Syiah yang didukung Iran.

"Pemerintah Lebanon telah menegaskan bahwa mereka tidak akan lagi dikuasai oleh Hizbullah, dan itu akan melemahkan Iran. Hizbullah melemah secara signifikan, ini adalah peluang,” lanjut Leiter.

Leiter menyoroti beberapa titik kesepakatan, tetapi menegaskan bahwa Israel perlu melihat komitmen Lebanon untuk "sepenuhnya” memisahkan diri dari Teheran dan Hizbullah. Ia juga memuji perwakilan Lebanon atas kerja sama yang dilakukan meski ada tekanan dari Hizbullah untuk memboikot pertemuan itu.

Dubes Lebanon: Pembicaraan berlangsung konstruktif

Dalam sebuah pernyataan, Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh Moawad mengatakan bahwa pembicaraannya dengan Duta Besar Israel serta Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio berlangsung secara “konstruktif.”

Dubes Moawed juga mengatakan bahwa ia telah "menyerukan gencatan senjata” selama pertemuan berlangsung dan menuntut agar warga Lebanon yang mengungsi diizinkan kembali ke rumah mereka, seraya menekankan pentingnya "kedaulatan penuh negara” atas seluruh wilayah Lebanon.

Wilayah selatan Lebanon telah menjadi sasaran serangan selama berminggu-minggu dan menurut laporan, lebih dari satu juta penduduk terpaksa mengungsi akibat serangan Israel.

Sementara itu, sejumlah politisi Israel yang bersikap radikal telah menyerukan pencaplokan (aneksasi) sebagian wilayah Lebanon.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz

Editor: Hani Anggraini

Sumber: Deutsche Welle
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas