Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Fakta 3 Pendaki Meninggal Imbas Erupsi Gunung Dukono, Jasad Tertimbun

Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memakan korban jiwa. Sebanyak tiga pendaki ditemukan meninggal dunia…

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Fakta 3 Pendaki Meninggal Imbas Erupsi Gunung Dukono, Jasad Tertimbun
Deutsche Welle
Fakta 3 Pendaki Meninggal Imbas Erupsi Gunung Dukono, Jasad Tertimbun 

Tim pencarian dan pertolongan atau Tim SAR gabungan telah menutup operasi pencarian korban. Selain tiga orang tewas, tim SAR telah mengevakuasi 17 pendaki lain yang selamat. Simak fakta-fakta proses pencarian tiga pendaki meninggal dunia hingga ditemukan, yang dirangkum detikcom.

1. Korban 1 WNI dan 2 WNA

Tim SAR gabungan menutup operasi pencarian setelah tiga jasad pendaki yang sempat dinyatakan hilang kini ditemukan. Tiga pendaki itu terdiri dari satu WNI dan dua WNA. Satu WNI bernama Enjel ditemukan lebih dulu. Jasad Enjel ditemukan pada Sabtu (09/05) pukul 14.30 WIT. Jenazah korban ditemukan sekitar 50 meter dari bibir kawah Gunung Dukono.

Sementara, dua korban lainnya merupakan WN Singapura. Mereka bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27). Kedua jasad WNA ditemukan pada pencarian di hari ketiga atau pada hari Minggu (10/05).

2. Jasad tertimbun vulkanik tebal

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan proses pencarian cukup sulit lantaran material vulkanik menutupi area pencarian.

"Proses pencarian sempat mengalami kendala akibat material pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi. Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berlangsung fluktuatif sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (09/05).

Abdul mengatakan hujan yang cukup deras sempat mengguyur lokasi pencarian sehingga tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi dan berlindung hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan pencarian. Setelah hujan reda, jasad korban Enjel yang sebelumnya tertutup material pasir mulai terlihat.

"Saat ditemukan, bagian tubuh korban yang tampak hanya dari kaki hingga pinggang, sementara bagian tubuh lainnya masih tertimbun pasir vulkanik," ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal serupa juga dialami tim SAR saat melakukan pencarian terhadap dua WNA. Abdul Muhari mengatakan pencarian jasad dua WN Singapura itu dilakukan tak jauh dari lokasi penemuan Enjel.

"Proses pencarian pada hari ketiga berlangsung lebih terarah setelah sebelumnya tim gabungan menandai titik yang diduga lokasi korban tertimbun material pasir vulkanik menggunakan koordinat GPS pada operasi pencarian sehari sebelumnya," ujar Abdul dalam keterangan tertulis, Minggu (10/05).

Dia mengatakan proses evakuasi dua WN Singapura itu sempat mengalami kendala. Dia menyebutkan jasad keduanya tertimbun material vulkanik tebal.

"Proses evakuasi dua jenazah terakhir sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan. Selain itu, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung secara fluktuatif sehingga tim SAR gabungan harus melakukan proses evakuasi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan," ujarnya.

3. Libatkan 98 personel SAR dan 2 korban selamat

Operasi pencarian tersebut melibatkan 98 personel SAR gabungan. Mereka terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI, serta masyarakat setempat.

Abdul Muhari mengatakan dua korban selamat, yakni RS dan JA, juga membantu tim SAR gabungan dengan memberikan informasi terkait jalur pendakian serta titik terakhir keberadaan para korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi.

"Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup," kata Abdul Muhari, Minggu (10/05).

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sendiri telah menutup total aktivitas pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026. Pemerintah akan memperketat pengawasan akibat peristiwa ini.

 

Sumber: Deutsche Welle
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas