Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla tiba di Indonesia
Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengecam perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan.
Sembilan warga Indonesia relawan Global Sumud Flotilla (GSF) telah tiba di Indonesia pada Minggu (24/05), setelah dibebaskan dari penahanan Israel. Mereka disambut oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.
Kesembilan relawan terlihat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 16.25 WIB. Mereka baru saja tiba dari penerbangan dari Istanbul, Turki.
Kedatangan mereka juga disambut para kerabat serta sejumlah organisasi yang tergabung di Global Peace Convoy Indonesia.
Menlu Sugiono bersama Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattiri ikut hadir ketika menerima kedatangan mereka pada Minggu sore.
"Kami mengucapkan selamat datang kembali ke Tanah Air dan selamat berkumpul bersama keluarga," ujar Sugiono dalam sambutannya.
Dia menegaskan dalam keterangan resminya bahwa keberhasilan pembebasan dan pemulangan ini merupakan buah dari kerja keras serta koordinasi intensif yang dilakukan Pemerintah Indonesia secara berlapis.
Sugiono juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran dan dukungannya dalam memfasilitasi proses pembebasan para WNI.
Sebelumnya, Sugiono menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan seluruh WNI dapat kembali ke Indonesia dengan selamat dan sesegera mungkin.
Sugiono juga mengecam perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan.
"Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humanitar internasional yang tidak dapat ditoleransi," kataya.
Perlakuan terhadap para aktivis oleh aparat keamanan Israel juga sebelumnya telah memicu kecaman internasional.
Adalah, lembaga bantuan hukum yang mewakili para tahanan, menyatakan para tahanan mengalami kekerasan fisik, yang menyebabkan luka serius.
Adalah menyebut sedikitnya tiga orang sempat dirawat di rumah sakit sebelum dipulangkan.
Pengacara mendokumentasikan puluhan peserta dengan dugaan tulang rusuk patah dan kesulitan bernapas.