Iran-Israel Kembali Saling Serang, Gencatan Senjata Terancam
Ketegangan Iran dan Israel kembali memanas setelah kedua pihak saling meluncurkan rudal. Israel mengklaim Iran menembakkan hampir…
Dalam pernyataan yang dipublikasikan kantornya setelah rapat kabinet, Salam mengatakan bahwa pasukan Israel sejak saat itu telah melakukan 3.491 serangan udara, 407 pembongkaran terkontrol, dan 6 operasi “perataan” yang dilaporkan membuat beberapa desa di Lebanon Selatan rata dengan tanah.
Militer Israel belum menanggapi angka-angka yang disampaikan Salam, tetapi secara rutin menyatakan bahwa mereka hanya menargetkan lokasi dan infrastruktur milik kelompok Islamis yang didukung Iran, Hezbollah.
Trump menuntut penghentian serangan Israel-Iran
Presiden AS Donald Trump menuntut penghentian segera permusuhan yang kembali pecah antara Israel dan Iran setelah kedua negara saling meluncurkan rudal.
“Israel dan Iran harus segera berhenti ‘menembak’,” tulis Trump di media sosial.
Ia mengatakan Iran dan Israel menginginkan gencatan senjata dan bahwa negosiasi perdamaian sedang berlangsung, “asal tidak digagalkan oleh kebodohan atau ketidaktahuan.”
Pernyataan itu muncul setelah wawancara telepon dengan Financial Times, di mana Trump mengklaim bahwa dirinya yang “mengendalikan situasi” dalam konflik Timur Tengah, bukan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Selain itu, seorang pejabat Israel mengatakan pada Senin bahwa Letnan Jenderal Eyal Zamir, kepala Pasukan Pertahanan Israel (IDF), telah berkomunikasi dengan kepala CENTCOM AS sebanyak dua kali dalam 24 jam terakhir.
“Dalam sehari terakhir, kepala staf umum IDF telah berbicara dua kali dengan komandan CENTCOM dan mereka sedang membahas situasi ini,” kata pejabat tersebut tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Israel tampaknya mengabaikan permintaan dari Washington dalam percakapan telepon semalam untuk tidak melancarkan serangan balasan terhadap Iran, menurut laporan media.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Yuniman Farid
