Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Mampukah Xi Jinping Menarik Korea Utara Lebih Dekat ke Cina?

Kunjungan pertama Xi Jinping ke Korea Utara dalam tujuh tahun terjadi saat Pyongyang makin dekat dengan Moskow. Analis menilai Kim…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mampukah Xi Jinping Menarik Korea Utara Lebih Dekat ke Cina?
Deutsche Welle
Mampukah Xi Jinping Menarik Korea Utara Lebih Dekat ke Cina? 

Presiden Cina Xi Jinping tiba di Pyongyang pada Senin (08/06) untuk kunjungan pertamanya ke Korea Utara sejak 2019. Kunjungan ini dilakukan ketika Kim Jong Un semakin percaya diri memperluas kerja sama perdagangan dan militer negaranya dengan Rusia.

Dalam surat yang dimuat di surat kabar resmi Korea Utara, Rodong Sinmun, menjelang kunjungan tersebut, Xi menulis, "apa pun perubahan zaman atau perkembangan situasi internasional, persahabatan tradisional antara Cina dan Korea Utara tetap tak tergoyahkan, bertahan lama, dan terus memancarkan vitalitas.”

Sejak pemerintahan Korea Utara berdiri setelah Perang Korea, Beijing menjadi penyokong utama Pyongyang, baik secara geopolitik maupun finansial.

Namun, ketika Korea Utara memberikan dukungan militer untuk perang Rusia di Ukraina, Xi punya kepentingan untuk "memperkuat dan menegaskan kembali hubungan dengan Korea Utara,” kata Choo Jae-woo, profesor kebijakan luar negeri di Departemen Studi Cina, Kyung Hee University, Korea Selatan.

Kim dan Xi terakhir kali bertemu pada September 2025 dalam parade militer di Beijing.

Korea Utara makin dekat dengan Rusia

“Dalam beberapa tahun terakhir, Kim sangat aktif memperbaiki hubungannya dengan Rusia, dan Cina jelas merasa mulai tertinggal,” kata Choo kepada DW.

Choo mengatakan kunjungan Xi patut dicermati karena berlangsung menjelang peringatan 65 tahun penandatanganan "Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik” antara Cina dan Korea Utara.

Rekomendasi Untuk Anda

"Perkiraannya, Xi bisa saja pergi ke Pyongyang saat peringatan itu, tapi menurut saya menarik bahwa ia justru datang satu bulan lebih awal,” kata Choo.

"Secara simbolis, akan lebih tepat jika ia datang pada peringatan 11 Juli. Namun, kunjungan yang lebih awal ini menunjukkan bahwa Xi khawatir Korea Utara makin dekat dengan Rusia,” tambahnya.

Choo juga menyoroti bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Cina membuka ruang bagi ekspor skala besar lewat perbatasan menuju Korea Utara. Pada saat yang sama, sejumlah proyek resor wisata Kim mulai menerima banyak turis Cina dengan daya belanja besar.

Kim kemungkinan akan menonjolkan eratnya hubungan bilateral dengan Cina, sekaligus mencari akses lebih besar ke kekuatan ekonomi Beijing untuk menopang ekonomi Pyongyang. Negara itu sebelumnya melaporkan pertumbuhan PDB 3?lam dua tahun terakhir.

Keinginan Korea Utara menjadi "negara normal"

Choo menambahkan, kunjungan pemimpin Cina itu juga memberi Kim kesempatan untuk memperkuat legitimasi Korea Utara dan memperbaiki citranya di panggung internasional.

"Kim ingin Korea Utara dilihat sebagai ‘negara normal' dan menggunakan kunjungan ini untuk mulai memperluas cakupan dan jangkauan upaya diplomatiknya, seperti menjadi bagian dari Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) atau aliansi BRICS,” katanya.

SCO, yang dibentuk Cina pada 2001, beranggotakan 10 negara di Asia Tengah dan Timur untuk mendorong kerja sama keamanan dan ekonomi. Sementara BRICS terdiri dari 11 negara berkembang dan menjadi forum koordinasi politik dan ekonomi bagi negara-negara “Global South”.

"Kim ingin memanfaatkan kedekatan dengan Cina dan Rusia agar Korea Utara bisa masuk ke forum-forum multilateral yang dibentuk oleh kedua negara tersebut. Dengan begitu, ia bisa memperoleh status dan pengakuan sebagai bagian dari masyarakat internasional,” kata Choo.

Xi dan Kim dalam sorotan

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas