Mampukah Xi Jinping Menarik Korea Utara Lebih Dekat ke Cina?
Kunjungan pertama Xi Jinping ke Korea Utara dalam tujuh tahun terjadi saat Pyongyang makin dekat dengan Moskow. Analis menilai Kim…
Kim Sang-woo, mantan politikus dari Kongres untuk Politik Baru Korea Selatan yang berhaluan kiri-tengah dan kini menjadi anggota dewan Kim Dae-jung Peace Foundation, mengatakan kunjungan Xi juga bertujuan untuk "menekankan bahwa Cina kini menjadi salah satu dari dua negara terdepan di dunia, bersama Amerika Serikat.”
"Ia ingin menunjukkan bahwa Cina adalah kekuatan dominan di kawasan Indo-Pasifik dan memberi sinyal bahwa komitmen serta keandalan Amerika Serikat di kawasan ini semakin dipertanyakan,” katanya kepada DW.
"Pesan itu ditujukan kepada negara-negara di kawasan yang belakangan semakin merapat satu sama lain, termasuk Korea Selatan, Jepang, India, Filipina, Australia, dan negara-negara lain,” tambah Kim.
Pyongyang juga ingin "menunjukkan bahwa Korea Utara adalah negara yang perlu diperhitungkan pihak lain.” Menurut Kim, ambisi itu terbantu oleh kesan bahwa Cina kembali memberi dukungan penuh dan pengakuan baru terhadap aliansinya dengan Korea Utara.
Xi juga mungkin datang pada momentum yang menguntungkan, ketika Rusia tampak semakin kesulitan merebut lebih banyak wilayah di Ukraina dan mengalahkan Kyiv, tambah Kim Sang-woo.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rivi Satrianegara
Editor: Hani Anggraini
