Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Deutsche Welle

Infantino Bela Harga Tiket dan Isu Visa di Piala Dunia 2026

Dalam konferensi pers Rabu (10/6), Presiden FIFA Gianni Infantino membela harga tiket Piala Dunia yang dinilai mahal, dan menegaskan…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Infantino Bela Harga Tiket dan Isu Visa di Piala Dunia 2026
Deutsche Welle
Infantino Bela Harga Tiket dan Isu Visa di Piala Dunia 2026 

FIFA mematok harga tiket fase grup Piala Dunia 2026 mulai 140 dolar AS (sekitar Rp2,5 juta) per orang. Namun untuk laga final yang dijadwalkan 19 Juli di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat (AS), harga kursi reguler mencapai 8.680 dolar (sekitar Rp155 juta), dan kursi hospitality hingga 73.200 dolar (sekitar Rp1,31 miliar). Harga tiket final bahkan sempat dinaikkan dua kali, dari 10.990 dolar menjadi 32.970 dolar (sekitar Rp197 juta hingga Rp590 juta).

Setelah menuai banyak kritik, FIFA menawarkan 130.000 tiket seharga 60 dolar (sekitar Rp1,07 juta) kepada federasi nasional untuk suporter reguler mereka. Sebagai perbandingan, empat tahun lalu di Qatar, harga tiket berkisar antara 69 hingga 1.607 dolar (sekitar Rp1,2 juta hingga Rp28,8 juta).

"Kalau kami melakukan kesalahan, maka kemungkinan semua orang yang menjual tiket di Amerika Utara juga melakukan kesalahan," kata Infantino.

Infantino mengeklaim rata-rata harga tiket di bawah 500 dolar (sekitar Rp8,95 juta) dan sebanding dengan olahraga AS lainnya di babak playoff, meski klaim ini dibantah oleh data harga resmi.

Dia juga mengatakan tidak khawatir dengan penyelidikan harga tiket oleh jaksa agung di California, New Jersey, New York, dan Texas. "Kami menyambut setiap penyelidikan. Kami siap menyajikan segalanya dan kami siap membela diri," katanya.

FIFA tak berdaya urus visa wasit Somalia

Konferensi pers itu juga diwarnai pertanyaan soal kontroversi Omar Abdulkadir Artan, wasit bergelar "terbaik" di Afrika asal Somalia yang ditolak masuk ke AS meski memiliki visa yang sah dan paspor diplomatik. Artan seharusnya menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin pertandingan di Piala Dunia.

Ia ditolak masuk di Bandara Internasional Miami pada Sabtu (7/6) atas kekhawatiran pemeriksaan latar belakang yang tidak dirinci oleh US Customs and Border Protection. Sebelumnya, otoritas AS menyebut penolakan itu terkait hubungannya dengan "anggota yang diduga tergabung dalam organisasi teroris."

Rekomendasi Untuk Anda

Infantino mengatakan FIFA tidak berdaya menghadapi keputusan tersebut. "Kami bukan penguasa dunia yang bisa memerintah pemerintah dan aparat kepolisian. Kami adalah organisasi olahraga," katanya.

Ia meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru bereaksi. "Kadang ada baiknya untuk sekadar santai, tenang. Terkadang langsung berteriak-teriak justru berdampak sebaliknya dalam menemukan solusi," katanya, menambahkan bahwa FIFA terus bekerja di balik layar untuk menangani masalah yang masih tertunda.

Iran bisa berlaga, Infantino klaim keberhasilan FIFA

Infantino juga memuji keberhasilan FIFA memastikan keikutsertaan Iran, di tengah situasi AS yang sedang berperang dengan negara tersebut. Tim Iran memindahkan kamp pelatihannya dari AS ke Meksiko dan akan terbang keAmerika Serikat sesaat sebelum jadwal pertandingan mereka.

"Orang-orang bilang Iran tidak bisa datang ke Piala Dunia. Saya berjanji mereka akan datang," kata Infantino. "Saya tidak tahu siapa lagi yang bisa melakukan itu."

Ia menyebut keberhasilan ini sebagai bukti kemampuan sepak bola untuk menyatukan manusia di tengah perpecahan. "Ketika Iran bermain, stadion akan penuh dan saya berharap akan ada atmosfer yang positif karena inilah sepak bola. Kami ingin menyatukan dunia," tambahnya.

Infantino: Tanpa Trump, Piala Dunia di AS tak mungkin terjadi

Infantino menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai faktor kunci yang memungkinkan turnamen ini digelar di Amerika Serikat. "Tanpa keterlibatan dan perannya, saya pikir ini akan mustahil untuk menyelenggarakan Piala Dunia di Amerika Serikat. Ia langsung memahami besarnya Piala Dunia dan dampaknya," katanya.

FIFA pilih siaran gratis demi jangkauan global

FIFA memproyeksikan pendapatan 11 miliar dolar (sekitar Rp197 triliun) dari turnamen yang kini diikuti 48 tim ini. Infantino mengatakan pihaknya sebenarnya bisa meraup hingga 30 miliar dolar (sekitar Rp537 triliun) jika semua hak siar dijual sebagai siaran berbayar, tapi ia memilih untuk tidak melakukannya. "Ada miliaran orang di dunia yang tidak akan bisa menonton Piala Dunia kalau itu terjadi," katanya.

Piala Dunia 2026 berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli. Estadio Azteca di Kota Meksiko akan menjadi stadion pertama dalam sejarah yang menjadi tuan rumah tiga edisi Piala Dunia putra.

Editor: RIzki NUgraha

Sumber: Deutsche Welle
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas