Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Deutsche Welle

MK Targetkan Uji Materiil soal Program MBG Bisa Diputus Bulan Depan

MK berencana memutus gugatan terkait penggunaan dana pendidikan untuk MBG bulan depan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in MK Targetkan Uji Materiil soal Program MBG Bisa Diputus Bulan Depan
Deutsche Welle
MK Targetkan Uji Materiil soal Program MBG Bisa Diputus Bulan Depan 
Memuat video…

Mahkamah Konstitusi (MK) menargetkan sidang gugatan soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk dana pendidikan dapat diputus bulan Juli 2026. Target itu disampaikan saat meminta pihak pemerintah dan DPR RI untuk membatasi jumlah saksi ahli yang dihadirkan pada persidangan pekan depan.

Dilansir Antara, Selasa (16/6/2026), penyataan itu disampaikan Ketua MK Suhartoyo dalam persidangan uji materiel Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 untuk pemohon nomor 40/PUU-XXIV/2026, nomor 52/PUU-XXIV/2026 dan nomor 55/PUU-XXIV/2026 di Ruang Rapat Pleno, Gedung I MK, Jakarta, Senin.

Berawal dari permohonan ahli dari pihak pemerintah/presiden yang mengajukan lebih dari tiga ahli untuk dimintai keterangan pada persidangan lanjutan yang dijadwalkan pekan depan Selasa (23/6). Namun permintaan itu tidak dikabulkan oleh Ketua MK Suhartoyo dan meminta jumlah ahli dari pemerintah disamakan dengan ahli dari DPR RI, yakni masing-masing tiga ahli untuk tiga perkara a quo.

"Dari (kuasa) presiden (ada ahli dihadirkan)," tanya Suhartoyo kepada kuasa hukum pemerintah.

"Ada yang mulia, setiap perkara dua ahli yang mulia," kata Zulmansyah, selaku Direktur Litigasi dan Non Litigasi, Kementerian Hukum mewakili kuasa hukum pemerintah.

Mendengar jumlah saksi lebih dari tiga, Suhartoyo langsung memotong, dan mengingatkan soal waktu persidangan yang tidak memungkinkan untuk memeriksa empat saksi.

"Jangan, waktunya pak," kata Suhartoyo mengingatkan, lalu diamini oleh kuasa hukum pemerintah.

Rekomendasi Untuk Anda

Suhartoyo menyebut, hakim konstitusi berupaya menyelesaikan perkara tersebut paling lambat akhir bulan ini, sehingga tidak kehilangan isu dari apa yang menjadi permohonan para pemohon.

"MK akan menyelesaikan permohonan ini paling lambat akhir bulan ini. Sehingga bulan depan seharusnya sudah bisa diputus perkara. Sehingga tidak kehilangan isu apa yang menjadi permohonan provisi para pemohon. Meskipun tidak dalam konteks itu, kalau nanti semakin lambat juga," terang Suhartoyo.

Kuasa hukum dari pemerintah mencoba menawar menjadi empat ahli. Akan tetapi, Suhartoyo kembali menolak.

"Empat ahli yang mulia?" tanya Zulmansyah.

"Tiga, sama seperti DPR," tugas Suhartoyo.

Setelah mendapat pemahaman, Suhartoyo menutup persidangan dan akan dilanjutkan kembali pada Selasa tanggal 23 Juni 2026 pukul 08.30 WIB. Diperkirakan sidang berlangsung lama, mengingat biasanya MK menggelar sidang mulai pukul 10.30 WIB.

"Oleh karena itu, kami jadwalkan Selasa, 23 Juni 2026 pukul 08.30 WIB, kalau perlu sampai siang terkait permohonan sidang ini," pungkas Suhartoyo.

Sumber: Deutsche Welle
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas